JP Radar Nganjuk - Batuk merupakan keluhan kesehatan yang umum dialami banyak orang. Meski terdengar sepele, batuk bisa menjadi pertanda dari berbagai kondisi medis yang tidak boleh dianggap enteng.
Dokter spesialis paru menyebutkan, secara umum batuk terbagi menjadi dua jenis: batuk akut dan batuk kronis. Keduanya memiliki penyebab yang berbeda.
Batuk akut biasanya berlangsung kurang dari tiga minggu. Penyebab utamanya adalah infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu, pilek, atau radang tenggorokan.
Kondisi ini biasanya disertai demam ringan, hidung tersumbat, dan rasa tidak nyaman di tenggorokan.
Selain itu, iritasi akibat debu, asap rokok, atau perubahan cuaca juga bisa memicu batuk secara tiba-tiba.
"Batuk semacam ini biasanya sembuh sendiri dalam beberapa hari," ujar dr. Indah W., dokter umum di salah satu klinik di Surabaya.
Berbeda dengan batuk akut, batuk kronis bisa berlangsung lebih dari delapan minggu. Penyebabnya lebih kompleks dan perlu pemeriksaan lebih lanjut.
Beberapa penyebab umum batuk kronis antara lain:
- Asma, yang sering muncul pada malam hari atau setelah aktivitas fisik.
- Post-nasal drip, yakni lendir dari hidung atau sinus yang mengalir ke tenggorokan.
- GERD, atau refluks asam lambung yang naik hingga ke tenggorokan.
- Bronkitis kronis, umumnya menyerang perokok berat.
- Efek samping obat, terutama obat tekanan darah jenis ACE inhibitor.
Yang paling perlu diwaspadai, batuk yang tidak kunjung sembuh juga bisa menjadi gejala awal penyakit serius seperti tuberkulosis (TBC) atau bahkan kanker paru-paru.
Masyarakat diminta tidak menyepelekan batuk, terutama jika berlangsung lama atau disertai gejala lain seperti:
- Demam tinggi
- Sesak napas
- Batuk berdarah
- Berat badan turun drastis
“Jika batuk lebih dari tiga minggu tanpa membaik, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegas dr. Indah.
Batuk memang gejala yang umum, tapi bisa menjadi sinyal adanya masalah serius pada tubuh. Jadi, jangan tunggu parah dulu baru periksa!
Editor : Elna Malika