JP Radar Nganjuk - Batuk memang bukan penyakit yang asing. Hampir semua orang pernah mengalaminya. Tapi, memilih obat batuk yang tepat tak bisa sembarangan.
Kandungan dalam obat sangat menentukan efektivitasnya, tergantung pada jenis batuk yang diderita.
Menurut sejumlah apoteker, kunci memilih obat batuk adalah mengenali dulu jenis batuknya: batuk kering atau berdahak. Masing-masing butuh penanganan berbeda.
Batuk kering biasanya tidak disertai dahak, tapi menimbulkan rasa gatal dan nyeri di tenggorokan.
Jenis ini sering muncul saat malam hari, membuat tidur terganggu.
Obat yang cocok adalah yang mengandung:
- Dextromethorphan, yang bekerja menekan refleks batuk di otak.
- Chlorpheniramine atau Diphenhydramine, antihistamin untuk batuk karena alergi.
- Codeine, hanya digunakan atas resep dokter jika batuk sangat parah.
"Kalau malam batuknya makin menjadi, bisa pilih obat dengan dextromethorphan. Tapi jangan berlebihan, karena bisa bikin ngantuk," ujar Winda Ayu, apoteker di kawasan Wonokromo.
Contoh produk: Siladex DMP, Vicks Formula 44
Kalau Batuk Berdahak, Butuh yang Bantu Keluarkan Lendir
Batuk berdahak justru butuh pengencer lendir, bukan ditekan. Tujuannya agar dahak lebih mudah dikeluarkan dan saluran napas kembali lega.
Beberapa kandungan yang biasa direkomendasikan:
- Guaifenesin, membantu mengencerkan dahak.
- Ambroxol dan Bromhexine, memecah lendir yang kental.
- Acetylcysteine (NAC), efektif untuk dahak yang sangat tebal, sering dipakai untuk penderita bronkitis.
- Produk populer: OBH Combi, Actifed Expectorant, Bodrex Flu dan Batuk Berdahak
Masyarakat diimbau tidak sembarangan membeli obat batuk, apalagi yang mengandung campuran banyak bahan aktif.
"Obat kombinasi boleh, tapi harus sesuai keluhan. Jangan semua dicampur jadi satu," jelas Winda.
Untuk anak-anak, perhatikan juga dosis dan umur yang tertera di kemasan.
Konsultasi ke dokter atau apoteker tetap menjadi langkah bijak jika batuk tidak kunjung reda dalam waktu lebih dari seminggu.
Ingat, batuk adalah sinyal dari tubuh. Obat yang tepat akan bantu meredakan, tapi pemilihan yang salah justru bisa memperburuk keadaan. Jadi, cermatlah sebelum meneguk!
Editor : Elna Malika