Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Waspada Gangguan ADHD pada Anak, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya Sejak Dini

Jauhar Yohanis • Jumat, 16 Mei 2025 | 17:18 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri – Masalah tumbuh kembang pada anak terus menjadi perhatian utama, salah satunya adalah gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau lebih dikenal sebagai ADHD. Gangguan ini dapat menghambat kemampuan anak dalam berkonsentrasi, menahan diri, serta mengontrol energi dan emosi mereka.

ADHD kerap menyerang anak-anak usia sekolah dasar—masa yang seharusnya menjadi fondasi dalam pembentukan kemampuan akademik dan sosial. Tanpa penanganan yang tepat, gangguan ini berpotensi merusak masa depan anak.

Menurut Psychology Today, News-Medical.net, serta hasil riset Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta, ADHD ditandai dengan kesulitan fokus, perilaku hiperaktif, dan impulsivitas. Anak-anak dengan kondisi ini cenderung mudah terdistraksi, tidak bisa duduk tenang, serta bertindak tanpa mempertimbangkan konsekuensi.

Baca Juga: Sering Batuk? Menurut Ustadz Dhanu Ini Penyebab dari Segi Akhlaknya

Prevalensi Cukup Tinggi di Indonesia

Prevalensi ADHD cukup tinggi secara global. Di Amerika Serikat, angka kasus berada di kisaran 3–10 persen, Jerman 3–7 persen, dan Kanada serta Selandia Baru mencapai 5–10 persen. Di Indonesia, data yang dihimpun oleh Saputro (dalam Yulianasari & Susanti, 2019) menyebutkan bahwa 16,3 persen anak prasekolah menunjukkan gejala ADHD.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2007 mencatat bahwa dari total 82 juta anak Indonesia, sekitar 16 juta mengalami gangguan kesehatan mental, termasuk ADHD. Studi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang melibatkan peneliti Nabila Maulida Rahmani, Tunjung Kusumawicitra, dan Usmi Karyani mengungkap bahwa prevalensi ADHD di Indonesia dapat mencapai 26,4 persen.

Gejala dan Dampaknya

Gejala ADHD meliputi kesulitan memusatkan perhatian, perilaku impulsif, tidak bisa diam, serta kesulitan mengikuti instruksi. Anak dengan ADHD juga kerap mengalami hambatan dalam berinteraksi sosial, beradaptasi di sekolah, dan menghadapi tekanan tugas harian.

Selain itu, ADHD tak hanya menyerang anak-anak. Sekitar 2–5 persen orang dewasa juga mengalami gangguan ini, meskipun seringkali tidak terdiagnosis.

Baca Juga: Sering Lelah dan Kehabisan Semangat? Ini Bedanya Burnout dan Stres Biasa yang Harus Kamu Tahu

Penanganan ADHD: Bukan Mustahil Diatasi

Meski ADHD tidak bisa "disembuhkan" secara total, kondisi ini bisa dikendalikan dengan pendekatan tepat. Berikut beberapa cara yang telah terbukti membantu anak-anak dengan ADHD:

  1. Terapi Perilaku (Behavior Therapy)
    Terapi ini membantu anak belajar mengontrol emosi dan perilaku melalui sistem penghargaan dan konsekuensi. Orang tua juga dilatih untuk lebih responsif dalam mengelola perilaku anak.

  2. Dukungan Akademik dan Sekolah Inklusif
    Anak ADHD memerlukan pendekatan belajar yang fleksibel. Sekolah inklusif atau guru pendamping sangat berperan dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan produktif bagi anak.

  3. Pola Asuh yang Konsisten
    Rutinitas harian yang jelas, waktu tidur yang teratur, dan batasan perilaku yang tegas bisa membantu anak merasa aman dan lebih mudah mengatur dirinya.

  4. Pemberian Obat Sesuai Resep Dokter
    Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan meresepkan obat stimulant untuk membantu meningkatkan konsentrasi. Penggunaan obat ini harus berada di bawah pengawasan psikiater anak.

  5. Terapi Kognitif dan Psikoedukasi
    Anak-anak dan orang tua diberikan pemahaman tentang kondisi ADHD agar dapat saling bekerja sama menghadapinya. Ini membantu mengurangi stres dan meningkatkan hubungan keluarga.

  6. Aktivitas Fisik Teratur
    Olahraga membantu mengalihkan energi berlebih dan meningkatkan konsentrasi. Aktivitas seperti bersepeda, berenang, atau seni bela diri sangat disarankan.

  7. Konsultasi Rutin dengan Psikolog atau Psikiater
    Pemantauan berkala penting untuk mengevaluasi perkembangan dan menyesuaikan metode terapi yang digunakan.

Bukan Halangan untuk Sukses

Meski mengidap ADHD, banyak tokoh dunia yang membuktikan bahwa kondisi ini bukan hambatan untuk meraih kesuksesan. Dengan penanganan yang tepat, anak-anak dengan ADHD tetap bisa tumbuh menjadi pribadi produktif, kreatif, dan percaya diri.

Mengenali sejak dini dan memberikan pendampingan optimal adalah kunci. ADHD bukan vonis, tapi tantangan yang bisa dilalui dengan cinta, kesabaran, dan ilmu yang tepat.


Sumber: Psychology Today, News-Medical.net, Universitas Muhammadiyah Surakarta, BPS, Yulianasari & Susanti (2019)

Editor : Jauhar Yohanis
#ADHD pada anak