JP Radar Kediri – Demam tinggi yang tiba-tiba pada anak sering kali membuat orang tua khawatir. Lonjakan suhu tubuh bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan, baik yang ringan maupun serius.
Namun, tidak perlu panik berlebihan. Penting untuk memahami berbagai penyebab umum demam sebelum mengambil tindakan.
Menurut para ahli, demam sebenarnya adalah reaksi alami tubuh terhadap infeksi. Dalam kondisi ini, sistem imun bekerja keras melawan virus atau bakteri yang menyerang tubuh.
"Sebagian besar demam tinggi pada anak disebabkan oleh infeksi virus," jelas dokter spesialis anak di Rumah Sakit di Surabaya. Ia menyebutkan bahwa flu, batuk pilek, roseola, campak, hingga cacar air merupakan beberapa contoh infeksi virus yang umum dialami anak-anak.
Meski begitu, tak menutup kemungkinan demam juga disebabkan oleh infeksi bakteri. Contohnya adalah radang tenggorokan, infeksi telinga, infeksi saluran kemih, dan pneumonia.
“Jika penyebabnya adalah bakteri, biasanya anak tampak lebih lemas dan demam berlangsung lebih dari tiga hari,” ujar dokter anak itu.
Demam juga dapat terjadi setelah anak menjalani imunisasi. Kondisi ini tergolong normal dan umumnya mereda dalam satu hingga dua hari. Sementara itu, anggapan bahwa tumbuh gigi bisa menyebabkan demam tinggi perlu diluruskan. Faktanya, demam akibat tumbuh gigi biasanya tidak lebih dari 38 derajat Celsius.
Selain itu, faktor eksternal seperti cuaca panas atau pakaian yang terlalu tebal juga bisa membuat suhu tubuh anak meningkat, meski kondisi tersebut tidak selalu dikategorikan sebagai demam medis.
Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?
Orang tua perlu waspada apabila demam disertai gejala lain seperti kejang, anak tampak sangat lemas atau sulit dibangunkan, menolak makan dan minum, atau muncul ruam merah yang tidak hilang saat ditekan.
Jika anak berusia di bawah tiga bulan mengalami demam dengan suhu 38°C atau lebih, disarankan untuk segera membawa ke dokter. Demikian pula bila demam berlangsung lebih dari tiga hari tanpa adanya perbaikan kondisi.
Sebagai penanganan awal di rumah, anak dapat diberi obat penurun panas seperti paracetamol, tentunya dengan dosis yang sesuai umur dan berat badannya. Jangan lupa untuk memastikan anak cukup beristirahat dan tetap terhidrasi.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira