JP Radar Nganjuk - Tidak semua perempuan mengalami siklus menstruasi yang teratur setiap bulannya. Beberapa justru mengalami haid yang sangat jarang datang.
Kondisi ini dalam dunia medis dikenal sebagai oligomenorea atau bahkan amenorea jika tidak menstruasi sama sekali selama lebih dari tiga bulan.
Dokter spesialis kandungan menyebutkan, ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan gangguan siklus haid ini. Berikut delapan penyebab paling umum:
Stres dan Tekanan Psikologis
Stres berat dapat mengganggu kerja hormon hipotalamus di otak yang berperan mengatur menstruasi.
Berat Badan Tidak Seimbang
Berat badan yang terlalu rendah (karena diet ekstrem atau olahraga berlebihan) maupun terlalu tinggi (obesitas) bisa mengganggu ovulasi.
Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)
Ini adalah salah satu penyebab paling sering haid menjadi jarang. Ditandai dengan gangguan ovulasi, jerawat, dan pertumbuhan rambut berlebih.
Gangguan Hormon
Ketidakseimbangan hormon estrogen, progesteron, hingga hormon pemicu ovulasi seperti FSH dan LH bisa membuat haid tidak teratur.
Masalah Tiroid
Gangguan pada kelenjar tiroid, baik yang terlalu aktif (hipertiroid) maupun kurang aktif (hipotiroid), berpengaruh langsung pada siklus haid.
Penggunaan Alat Kontrasepsi Hormonal
Pil KB, suntik, hingga implan bisa membuat haid menjadi lebih jarang atau bahkan berhenti sama sekali.
Menyusui dan Perimenopause
Selama menyusui, tubuh memproduksi hormon prolaktin yang menekan ovulasi. Sementara menjelang menopause, haid bisa menjadi lebih jarang dari biasanya.
Kelainan pada Rahim atau Indung Telur
Seperti sindrom Asherman atau kelainan bawaan bisa menyebabkan siklus haid terganggu.
Jika Anda mengalami haid yang jarang datang, jangan abaikan. Segera konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan, termasuk tes hormon dan USG.
Karena dalam banyak kasus, gangguan menstruasi bisa menjadi tanda awal dari masalah kesehatan reproduksi yang lebih serius.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira