Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Kerap Digunakan sebagai Suplemen, Apakah Kunyit Berbahaya bagi Hati?

Elna Malika • Sabtu, 24 Mei 2025 | 03:06 WIB
kunyit
kunyit

JP Radar Nganjuk - Kunyit, atau Curcuma longa, telah lama dikenal sebagai rempah yang tak hanya menyedapkan masakan, tetapi juga memiliki khasiat kesehatan.

Banyak orang mengonsumsinya dalam bentuk suplemen, seperti kapsul atau bubuk, karena kandungan kurkuminnya yang dianggap memiliki sifat anti-inflamasi, antioksidan, dan bahkan potensi antikanker.

Namun, belakangan muncul kekhawatiran. Benarkah kunyit, yang sering dipuji, justru bisa merusak hati?

Kurkumin, senyawa aktif dalam kunyit, telah diteliti secara luas. Studi menunjukkan bahwa kurkumin dapat membantu mengurangi peradangan, mendukung kesehatan pencernaan, dan bahkan melindungi hati dari kerusakan akibat stres oksidatif.

Beberapa penelitian awal juga mengindikasikan bahwa kunyit dapat membantu menurunkan risiko penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD) dengan memperbaiki metabolisme lemak di hati.

Karena manfaat ini, suplemen kunyit banyak diminati sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Meski memiliki banyak manfaat, beberapa laporan kasus menimbulkan kekhawatiran tentang efek samping kunyit, terutama pada hati.

Beberapa studi observasional dan laporan medis mencatat adanya hubungan antara konsumsi suplemen kunyit dosis tinggi dengan peningkatan enzim hati, yang bisa menjadi tanda kerusakan hati (hepatotoksisitas).

Misalnya, sebuah laporan dari jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology (2020) menyebutkan beberapa kasus di mana individu yang mengonsumsi suplemen kunyit mengalami cedera hati akut.

Namun, kasus ini umumnya melibatkan dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan medis.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas suplemen.

Beberapa produk kunyit di pasaran mungkin mengandung bahan tambahan, seperti piperin (ekstrak lada hitam), yang meningkatkan penyerapan kurkumin tetapi bisa memperburuk efek samping pada individu tertentu.

Selain itu, kontaminasi atau pemalsuan bahan dalam suplemen murah juga dapat meningkatkan risiko toksisitas.

Penting untuk dicatat bahwa kasus kerusakan hati akibat kunyit relatif jarang dibandingkan dengan jumlah orang yang mengonsumsinya tanpa masalah.

Penelitian menunjukkan bahwa kunyit dalam dosis wajar seperti yang ditemukan dalam makanan sehari-hari (misalnya, kari atau minuman jamu)xumumnya aman bagi kebanyakan orang.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengklasifikasikan kunyit sebagai "Generally Recognized as Safe" (GRAS) untuk konsumsi dalam jumlah kuliner.

Namun, bagi mereka yang mengonsumsi suplemen kunyit dengan dosis tinggi (misalnya, lebih dari 1.000 mg kurkumin per hari), risiko efek samping mungkin meningkat, terutama jika ada riwayat penyakit hati, konsumsi obat-obatan tertentu, atau sensitivitas individu.

Orang yang menggunakan obat pengencer darah, seperti warfarin, atau obat metabolisme hati lainnya juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen kunyit.

Untuk memanfaatkan khasiat kunyit tanpa khawatir akan efek samping, berikut beberapa saran:  

  1. Pilih Sumber Alami: Gunakan kunyit segar atau bubuk dalam masakan sehari-hari untuk dosis yang lebih terkontrol.  
  2. Perhatikan Dosis Suplemen: Jika menggunakan suplemen, ikuti dosis yang dianjurkan dan hindari konsumsi berlebihan.  
  3. Konsultasi dengan Dokter: Jika Anda memiliki riwayat masalah hati atau sedang mengonsumsi obat tertentu, konsultasikan dengan tenaga medis sebelum mengambil suplemen kunyit.  
  4. Pilih Produk Terpercaya: Beli suplemen dari merek terpercaya yang telah diuji kualitas dan kemurniannya.  
  5. Waspadai Gejala: Hentikan penggunaan jika Anda mengalami gejala seperti mual, nyeri perut, atau urin berwarna gelap, dan segera periksakan diri.

Kunyit, baik sebagai rempah maupun suplemen, memiliki banyak manfaat kesehatan yang didukung oleh penelitian.

Namun, anggapan bahwa kunyit dapat merusak hati tidak sepenuhnya salah, meski kasusnya jarang dan biasanya terkait dengan dosis tinggi atau penggunaan suplemen yang tidak terkontrol.

Dengan konsumsi yang bijak dan pengawasan medis, kunyit tetap bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat tanpa membahayakan hati.

Jadi, nikmati kunyit dengan penuh kesadaran dan pastikan Anda memilih produk yang aman serta sesuai kebutuhan tubuh Anda.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#pencernaan #hati #kesehatan #antioksidan #radar nganjuk berita hari ini #medis #curcuma #kunyit #rempah