JP Radar Nganjuk – Selama ini, banyak orang mengira bahwa kekerasan atau tindakan abusif hanya terjadi dalam bentuk fisik seperti pukulan, tendangan, atau mencubit.
Padahal, bentuk kekerasan non-fisik tak kalah berbahaya dan juga termasuk dalam kategori abuse yang bisa berdampak jangka panjang, khususnya pada kondisi mental dan emosional korban.
Tindakan abusif bisa sangat halus dan tak kasat mata. Tidak semua abusif itu luka meninggalkan bekas secara fisik.
Banyak kasus kekerasan emosional yang tak disadari, tapi pelan-pelan merusak kepercayaan diri dan kestabilan emosi seseorang.
Berikut ini adalah beberapa bentuk abuse non-fisik yang perlu dikenali:
1. Verbal Abuse
Penghinaan, makian, teriakan, atau komentar sarkastik yang terus-menerus bisa masuk dalam kategori kekerasan verbal. Hal ini seringkali dianggap sepele, tapi bisa meninggalkan luka batin yang dalam.
2. Gaslighting
Teknik manipulasi psikologis ini membuat korban meragukan ingatannya, persepsinya, bahkan kewarasannya sendiri. Kalimat seperti “kamu terlalu sensitif” atau “itu cuma ada di kepalamu” adalah tanda umum gaslighting.
3. Kontrol Berlebihan
Pasangan yang terus mengatur siapa yang boleh ditemui, apa yang boleh dipakai, hingga membatasi komunikasi dengan keluarga atau teman termasuk bentuk kontrol yang tidak sehat.
4. Silent Treatment
Mengabaikan seseorang secara sengaja dalam waktu lama sebagai bentuk hukuman emosional juga masuk dalam kekerasan psikis. Ini sering digunakan untuk mengontrol atau menghukum pasangan tanpa komunikasi langsung.
5. Merendahkan Secara Emosional
Mengecilkan prestasi, mengejek penampilan, atau terus membandingkan dengan orang lain juga dapat melemahkan mental korban secara perlahan.
6. Eksploitasi Finansial
Mengambil alih kontrol keuangan, melarang pasangan bekerja, atau menyalahgunakan uang tanpa izin termasuk bentuk kekerasan ekonomi yang kerap terjadi dalam relasi tak setara.
7. Stalking atau Pengawasan Berlebihan
Mengawasi media sosial, mengecek ponsel tanpa izin, atau terus-menerus menguntit pasangan dengan dalih cinta juga bisa menjadi tanda hubungan yang tidak sehat.
Sebaiknya Anda, terutama kaum muda, agar lebih peka terhadap tanda-tanda hubungan yang tak sehat. Abuse bukan hanya soal luka di tubuh, tapi luka yang membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira