JP Radar Nganjuk – Kalau selama ini masyarakat mengenal istilah introvert dan ekstrovert sebagai dua kutub kepribadian yang berlawanan, kini muncul istilah baru yang mulai mencuri perhatian yaitu omnivert.
Dalam dunia psikologi, omnivert digambarkan sebagai seseorang yang bisa menjadi sangat introvert atau sangat ekstrovert, tergantung pada situasi dan kondisi emosionalnya saat itu.
Kepribadian ini sering kali membingungkan orang di sekitarnya karena perilaku sosialnya yang berubah drastis dari waktu ke waktu.
Omnivert bukan sekadar perpaduan antara introvert dan ekstrovert seperti ambivert, melainkan lebih kepada perubahan perilaku yang ekstrem.
Ciri-Ciri Omnivert
Beberapa ciri umum yang biasa ditemukan pada orang omnivert, antara lain:
- Perubahan drastis dalam pola komunikasi
- Sangat aktif di lingkungan sosial saat merasa nyaman
- Menutup diri sepenuhnya ketika sedang mengalami tekanan emosional
- Sering merasa lelah karena tarik-ulur antara dua kutub kepribadian
Omnivert sering kali tampak seperti dua orang berbeda dalam satu tubuh. Hal ini membuat orang-orang di sekitarnya perlu ekstra memahami agar tidak salah mengartikan sikap mereka.
Dampak Psikologis
Perubahan emosi yang ekstrem pada omnivert bisa berdampak pada kesehatan mental jika tidak dikelola dengan baik.
Cara Mengelola Kepribadian Omnivert
Meski terkesan kompleks, memiliki kepribadian omnivert bukanlah hal negatif. Asal dikelola dengan bijak, omnivert justru bisa menjadi sosok yang adaptif dan berempati tinggi.
Berikut beberapa tips untuk para omnivert:
- Kenali pola suasana hati dan buat jadwal aktivitas sosial yang seimbang
- Berlatih mindfulness untuk membantu mengelola emosi
- Jangan ragu untuk menyendiri jika merasa kewalahan, tapi tetap jaga komunikasi dengan orang terdekat
- Konsultasikan dengan psikolog jika perubahan suasana hati mulai mengganggu aktivitas harian
Bukan Kekurangan, Tapi Keunikan
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat soal kesehatan mental, penting untuk menyadari bahwa setiap tipe kepribadian memiliki keunikannya masing-masing. Omnivert bukanlah gangguan atau kekurangan, melainkan variasi dari spektrum kepribadian manusia.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira