JP Radar Nganjuk – Sariawan sering kali muncul tiba-tiba dan mengganggu aktivitas, terutama saat makan atau berbicara. Luka kecil di area mulut ini memang bukan penyakit serius, namun rasa nyerinya bisa sangat menyiksa.
Kabar baiknya, sariawan bisa diatasi dengan cara alami menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah.
Berikut beberapa cara rumahan yang bisa dicoba untuk meredakan sariawan:
1. Air Garam
Air garam dikenal sebagai antiseptik alami. Cukup larutkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, lalu gunakan untuk berkumur selama 30 detik. Ulangi 2–3 kali sehari untuk membantu mempercepat penyembuhan.
2. Madu
Madu memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi. Oleskan madu murni langsung ke bagian sariawan beberapa kali sehari. Madu bisa membantu meredakan rasa sakit dan mempercepat pemulihan jaringan mulut.
3. Minyak Kelapa
Selain untuk perawatan rambut dan kulit, minyak kelapa juga bisa dioleskan pada sariawan. Kandungan asam laurat dalam minyak kelapa berfungsi sebagai antimikroba yang melindungi dari infeksi lanjutan.
4. Es Batu
Mengisap es batu bisa membantu mengurangi peradangan dan mati rasa sementara pada area yang sakit. Cara ini cukup efektif untuk mengurangi rasa nyeri, meski tidak mempercepat penyembuhan secara langsung.
5. Yogurt
Bakteri baik dalam yogurt dapat membantu menyeimbangkan flora mulut dan mempercepat penyembuhan sariawan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri.
6. Hindari Makanan Pedas dan Asam
Selama sariawan belum sembuh, hindari makanan yang dapat memperparah iritasi seperti cabai, jeruk, dan cuka. Gantilah dengan makanan lunak dan dingin yang lebih nyaman untuk dikonsumsi.
Kapan Harus ke Dokter?
Meski sebagian besar sariawan bisa sembuh sendiri dalam waktu 7–14 hari, namun jika sariawan tidak kunjung sembuh, membesar, atau disertai demam, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan perawatan sederhana di rumah, sariawan tak perlu lagi jadi masalah besar. Tetap jaga kebersihan mulut dan konsumsi makanan bergizi agar tubuh memiliki daya tahan yang cukup untuk melawan infeksi.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira