JP Radar Nganjuk – Minum teh sudah menjadi kebiasaan masyarakat, terutama di pagi dan sore hari. Rasanya yang nikmat dan dipercaya bisa menyegarkan tubuh membuat teh jadi minuman favorit. Tapi hati-hati, minum teh secara berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Konsumsi teh yang berlebihan bisa mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh. Teh mengandung tanin. Apabila terlalu sering diminum, apalagi setelah makan, maka zat besi dari makanan jadi sulit diserap.
Selain itu, kandungan kafein dalam teh juga bisa menyebabkan gangguan tidur dan meningkatkan asam lambung.
Tak jarang, orang yang punya riwayat maag akan merasakan perut perih setelah minum teh dalam jumlah banyak, apalagi saat perut kosong.
Apabila mengkonsumsi teh terus-menerus tanpa diimbangi air putih, bisa berdampak pada ginjal.
Karena teh bersifat diuretik ringan, artinya meningkatkan frekuensi buang air kecil. Apabila tidak dibarengi cairan cukup, tubuh bisa dehidrasi.
Selain itu kandungan kafein dalam juga dapat menyebabkan gangguan tidur. Kafein dalam teh dapat menghambat produksi melatonin sehingga mengakibatkan susah tidur. Mengkonsusmsi kafein berlebih juga dapat menyebabkan kecemasan dan sttress.
Konsumsi teh secara terus-menerus dapat membuat gigi tampak kusam dan kekuningan. Kandungan tanin dalam teh bisa meninggalkan noda pada permukaan gigi jika tidak dibersihkan dengan baik.
Kebiasaan menambahkan gula berlebihan juga jadi sorotan. Tak sedikit orang yang minum teh manis berkali-kali dalam sehari. Padahal, gula berlebih bisa meningkatkan risiko diabetes, terutama bagi orang tua.
Batas Aman dan Tips Minum Teh
Untuk batas aman mengkonsumsi teh adalah maksimal tiga cangkir per hari. Sebaiknya, tidak minum teh segera setelah makan.
Idealnya minum teh dijeda 1–2 jam. Lebih bail pilih teh tanpa gula atau pakai pemanis alami seperti madu, tapi tetap dibatasi.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira