JP Radar Nganjuk – Di tengah maraknya minuman instan dan tren kesehatan modern, tajin masih tetap menjadi minuman pilihan untuk kesehatan tubuh. Tajin merupakan minuman tradisional yang berasal dari air hasil rebusan beras.
Tajin mulai disajikan bukan hanya untuk bayi atau orang sakit, tapi juga sebagai minuman sehat sehari-hari. Pasalnya, air tajin ternyata menyimpan beragam manfaat luar biasa bagi kesehatan, yang selama ini kerap dilupakan.
Manfaat Tajin yang Perlu Diketahui:
1. Mengatasi Diare dan Dehidrasi
Air tajin dikenal sebagai pengganti oralit alami. Kandungan zat tepungnya mampu membantu memadatkan feses dan mengganti cairan tubuh yang hilang saat diare. Tak heran jika tajin kerap diberikan kepada bayi atau balita yang sedang sakit.
2. Menjaga Sistem Pencernaan
Karena teksturnya ringan dan mudah dicerna, tajin sangat cocok untuk lambung yang sensitif. Air tajin dapat menenangkan perut dan mengurangi risiko maag atau iritasi lambung.
3. Memberi Energi Tambahan
Sebagai hasil rebusan beras, tajin mengandung glukosa alami yang dapat menjadi sumber energi cepat bagi tubuh, terutama saat merasa lelah atau lesu.
4. Baik untuk Kulit
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa tajin juga bermanfaat untuk kesehatan kulit. Air tajin yang kaya antioksidan dapat membantu menjaga kelembapan dan elastisitas kulit dari dalam.
Baca Juga: Udara Dingin Bikin Perut Nyeri? Ternyata Ini Alasannya!
5. Solusi Ekonomis dan Ramah Lingkungan
Selain manfaat kesehatannya, tajin juga menjadi alternatif minuman sehat yang murah dan mudah dibuat. Hanya dengan merebus beras dan menyisihkan airnya, keluarga sudah bisa mendapatkan minuman bergizi tanpa biaya tambahan.
Cara Membuat Tajin:
- Rebus 3–4 sendok makan beras dengan 500 ml air
- Masak hingga air menjadi keruh dan kental
- Saring dan diamkan sejenak sebelum diminum hangat
Dengan banyaknya manfaat yang ditawarkan, tajin membuktikan bahwa minuman tradisional warisan leluhur masih sangat relevan dan bermanfaat di era modern. Tak hanya menyehatkan, tajin juga menjadi simbol kearifan lokal yang patut dilestarikan.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira