JP Radar Nganjuk – Kentang memang menjadi salah satu bahan makanan favorit masyarakat karena mudah diolah dan mengenyangkan.
Tapi, siapa sangka, bahan pangan yang tampaknya aman ini bisa berubah menjadi berbahaya jika tidak disimpan dengan benar.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat menyimpan dan mengonsumsi kentang, terutama jika kentang tersebut sudah mulai bertunas.
Kentang yang telah bertunas atau berubah warna menjadi kehijauan diketahui dapat mengandung senyawa beracun yang berbahaya bagi tubuh.
Salah satu zat berbahaya tersebut adalah solanin, sejenis glikoalkaloid yang terbentuk secara alami di tanaman kentang, terutama saat terpapar cahaya atau disimpan dalam waktu lama.
Solanin bisa menimbulkan gejala keracunan seperti mual, muntah, sakit perut, diare, bahkan gangguan saraf jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Gejala keracunan biasanya muncul beberapa jam setelah mengonsumsi kentang yang sudah tidak layak makan.
Dalam kasus yang parah, bahkan bisa menyebabkan halusinasi, penurunan kesadaran, dan gangguan pada sistem saraf pusat.
Oleh karena itu, kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan konsumsi kentang sehari-hari.
Kadar solanin paling tinggi ditemukan di bagian tunas, kulit, serta area yang berubah warna menjadi hijau.
Oleh karena itu, kentang dalam kondisi seperti ini sebaiknya dibuang atau tidak dikonsumsi sama sekali.
Baca Juga: Cari Smartwatch Wanita di Bawah Rp500 Ribu? Ini 5 Pilihan Stylishnya!
Jika masih ingin mengonsumsi kentang yang sudah menunjukkan tanda-tanda bertunas, sangat penting untuk memotong bagian yang tumbuh dan mengupas kulitnya secara menyeluruh.
Tapi tetap, risiko tetap ada. Langkah terbaik adalah mencegahnya sejak awal. Simpan kentang di tempat yang ejuk, kering, dan gelap agar tidak cepat tumbuh tunas.
Jangan simpan kentang di kulkas karena suhu dingin justru bisa mempercepat pembentukan gula dan solanin.
Penting bagi masyarakat untuk lebih selektif saat memilih bahan makanan.
Mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi zat beracun bisa membahayakan kesehatan dalam jangka panjang, apalagi jika dikonsumsi secara terus-menerus.
Selain itu, perhatikan juga tekstur dan bau kentang sebelum dimasak.
Kentang yang lembek, berbau tidak sedap, atau tampak berlendir juga sebaiknya tidak digunakan.
Sebagai langkah preventif, disarankan untuk membeli kentang dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan agar dapat segera dikonsumsi dan tidak disimpan terlalu lama.
Kewaspadaan kecil ini bisa mencegah dampak besar terhadap kesehatan keluarga.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Editor : Jauhar Yohanis