Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

AWAS! Keputihan Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Jangan Dianggap Sepele

Dedy Nurhamsyah • Jumat, 20 Juni 2025 | 22:53 WIB
penyebab keputihan
penyebab keputihan

JP Radar Nganjuk- Keputihan merupakan kondisi umum yang dialami perempuan, terutama menjelang atau setelah menstruasi. Namun, ketika keputihan berubah warna, berbau menyengat, atau disertai rasa gatal, bisa jadi itu pertanda adanya gangguan kesehatan pada area reproduksi.

Secara medis, keputihan terbagi menjadi dua kategori: normal dan tidak normal. Keputihan normal berfungsi menjaga kebersihan dan kelembapan vagina. Ciri khasnya berwarna bening atau putih susu, tidak berbau, serta tidak menimbulkan rasa nyeri maupun gatal.

Sebaliknya, keputihan tidak normal kerap menjadi tanda infeksi atau gangguan lain. Berikut beberapa penyebab umum keputihan abnormal:

1. Infeksi Jamur

Infeksi akibat jamur Candida albicans termasuk yang paling sering terjadi. Keputihan yang disebabkan jamur biasanya berwarna putih kental seperti susu basi, disertai rasa gatal dan iritasi pada area vagina. Kondisi ini kerap muncul pada perempuan yang sedang hamil, mengonsumsi antibiotik, atau memiliki kadar gula darah tinggi.

2. Vaginosis Bakterialis

Infeksi ini terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri alami di vagina. Gejalanya berupa keputihan berwarna abu-abu atau putih dengan bau amis yang menyengat, terutama setelah berhubungan seksual. Terlalu sering membersihkan vagina (douching) dan berganti-ganti pasangan seksual dapat meningkatkan risiko infeksi ini.

3. Penyakit Menular Seksual

Sejumlah infeksi menular seksual (IMS) seperti trikomoniasis, klamidia, dan gonore juga dapat memicu keputihan tidak normal. Keputihan bisa tampak berbusa, kehijauan, atau kekuningan, disertai bau tidak sedap dan nyeri saat buang air kecil.

4. Iritasi dan Alergi

Penggunaan sabun pembersih kewanitaan, pembalut berpewangi, atau bahan sintetis pada pakaian dalam bisa menyebabkan iritasi. Meski tidak selalu berbahaya, kondisi ini bisa memicu keputihan yang disertai rasa gatal atau perih.

5. Risiko Kanker

Meski jarang, keputihan yang berlangsung terus-menerus dan disertai darah atau bau busuk dapat menjadi gejala awal kanker serviks atau rahim. Pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan untuk memastikan diagnosis.

Kapan Harus Waspada?

Segera konsultasikan dengan dokter apabila mengalami keputihan dengan ciri-ciri berikut:

Menjaga kebersihan organ intim dan melakukan pemeriksaan rutin menjadi langkah penting dalam mencegah infeksi dan mendeteksi gangguan sejak dini. (*)

Editor : Jauhar Yohanis
#keputihan #bahaya #menstruasi #perempuan #kanker