Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

keputihan dan energi negatif Menurut Ustadz Dhanu

Dedy Nurhamsyah • Sabtu, 21 Juni 2025 | 13:00 WIB

keputihan dari segi akhlak
keputihan dari segi akhlak

JP Radar Nganjuk- Di dunia medis, keputihan kerap dikaitkan dengan infeksi bakteri, jamur, atau ketidakseimbangan hormon. Namun, dalam perspektif spiritual dan akhlak, penceramah kondang Ustadz Dhanu menawarkan sudut pandang berbeda: keputihan juga bisa timbul akibat perilaku dan kondisi emosional seseorang.

Dalam berbagai ceramahnya, Ustadz Dhanu menyampaikan bahwa tubuh manusia memiliki jalur energi yang saling terhubung. Menurutnya, keputihan sering kali merupakan reaksi tubuh terhadap "panas" yang muncul akibat emosi negatif dan akhlak yang tidak terkendali, terutama dalam hubungan suami istri.

Energi Mulut, Dampaknya ke Organ Kewanitaan

Salah satu pemicu keputihan yang disebut Ustadz Dhanu adalah kebiasaan berbicara keras, mengomel, atau memarahi suami dengan nada tinggi. Menurutnya, perilaku tersebut dapat menimbulkan gangguan energi yang mengalir dari mulut ke organ kewanitaan.

"Jika seorang istri suka ngomel, cerewet, atau berkata kasar pada suaminya, maka organ kewanitaannya akan bereaksi. Tubuh mengeluarkan cairan sebagai bentuk penyeimbangan energi. Begitu juga dengan seorang anak perempuan yang suka ngomel, cerewet, atau berkata kasar pada orang tuanya,” ujar Ustadz Dhanu dalam sebuah kajian yang diunggah di kanal YouTube miliknya.

Ia mencontohkan, sebagaimana tubuh mengeluarkan dahak saat batuk, demikian pula keputihan bisa dianggap sebagai reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan ‘panas’ yang timbul dari batin yang tidak tenang.

Perilaku dan Keputihan: Ada Hubungan?

Pandangan ini memang tak biasa dalam diskursus kesehatan perempuan. Namun, banyak pendengar setianya yang mengaku merasa terbantu dengan pendekatan spiritual tersebut.

Menurut Ustadz Dhanu, selain faktor perilaku terhadap pasangan, stres berlebihan, dendam, su’uzon (berburuk sangka), hingga kurangnya pengendalian diri juga dapat menyebabkan gangguan serupa. Hal ini, kata dia, menunjukkan pentingnya menjaga ketenangan hati dan akhlak mulia dalam keseharian.

Solusi: Zikir, Istighfar, dan Introspeksi

Untuk meredakan keputihan dari sisi batin, Ustadz Dhanu menyarankan agar perempuan memperbanyak istighfar, menjaga ucapan, dan menghindari amarah berlebihan. Ia juga menekankan pentingnya memperbaiki akhlak terhadap suami dan lingkungan sekitar.

"Perbanyak istighfar, zikir, dan jangan biarkan hati terus panas. Kalau hati tenang, tubuh pun ikut tenang," ujarnya.

Medis Tetap Dibutuhkan

Meski menawarkan pendekatan spiritual, Ustadz Dhanu tak menafikan pentingnya peran medis. Ia tetap menyarankan agar perempuan memeriksakan diri ke dokter bila mengalami keputihan berkepanjangan, terutama jika disertai bau menyengat, rasa gatal, atau warna yang tidak normal.

Jalan Tengah: Spiritual dan Sains

Meski belum dibuktikan secara ilmiah, pendekatan Ustadz Dhanu ini mencerminkan pandangan holistik terhadap kesehatan perempuan, yang tidak hanya menyoroti aspek fisik, tetapi juga psikis dan spiritual.

Sebagaimana banyak metode pengobatan tradisional dan alternatif lainnya, kuncinya adalah keseimbangan antara menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh, serta memperbaiki akhlak dan ketenangan jiwa.

Editor : Jauhar Yohanis