Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

5 Ramuan Herbal Pengusir Keputihan Membandel. Nomor 4 Jarang Diketahui!

Dedy Nurhamsyah • Senin, 23 Juni 2025 | 18:55 WIB

obat herbal keputihan
obat herbal keputihan

Keputihan merupakan kondisi umum yang dialami perempuan, namun jika disertai bau tak sedap, gatal, atau perubahan warna, bisa menjadi tanda adanya infeksi. Selain pengobatan medis, sejumlah bahan herbal tradisional kerap digunakan untuk meredakan gejala keputihan ringan.

Penggunaan ramuan alami memang bukan hal baru dalam dunia kesehatan perempuan. Beberapa di antaranya bahkan telah digunakan turun-temurun dan terbukti memiliki sifat antimikroba, antibakteri, hingga antiinflamasi. Berikut beberapa bahan herbal yang dikenal efektif membantu mengatasi keputihan.

1. Daun Sirih

Daun sirih dikenal luas sebagai antiseptik alami. Senyawa aktif seperti eugenol dan kavikol dalam daun ini mampu membunuh bakteri penyebab infeksi ringan di area kewanitaan.

Cara penggunaannya pun sederhana. Rebus 7 hingga 10 lembar daun sirih dalam dua gelas air hingga tersisa setengahnya. Setelah dingin, air rebusan dapat digunakan untuk membasuh area luar vagina. Penggunaan cukup dua kali sehari.

Namun, para ahli mengingatkan untuk tidak menggunakan air daun sirih untuk membilas bagian dalam vagina, karena bisa mengganggu keseimbangan flora alami.

2. Kunyit Asam

Kombinasi kunyit dan asam jawa tak hanya menyegarkan, tetapi juga membantu menjaga pH tubuh dan meredakan peradangan. Kurkumin dalam kunyit bersifat antibakteri, sementara asam jawa berfungsi sebagai peluruh lendir.

Ramuan ini biasanya dibuat dengan merebus parutan kunyit segar, ditambahkan asam jawa dan sedikit gula aren. Minuman ini bisa dikonsumsi 2–3 kali seminggu untuk mengurangi bau dan lendir berlebih.

3. Daun Kemangi

Daun kemangi mengandung eugenol, zat yang dikenal mampu melawan pertumbuhan mikroorganisme. Selain digunakan sebagai lalapan, daun kemangi juga bisa direbus dan dikonsumsi sebagai teh herbal.

Secangkir rebusan daun kemangi per hari dipercaya dapat membantu mengurangi keputihan akibat infeksi ringan, serta menjaga kesegaran aroma tubuh.

4. Akar Bayam Duri

Bayam duri yang tumbuh liar ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan reproduksi. Akar tanaman ini digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membersihkan lendir dan memperkuat rahim.

Cara penggunaannya adalah dengan merebus akar bayam duri dan meminum air rebusannya. Namun, ramuan ini tidak disarankan untuk ibu hamil karena dapat merangsang kontraksi.

5. Sambiloto

Meski rasanya pahit, sambiloto memiliki kandungan andrografolida yang bersifat antibakteri dan antijamur. Daun sambiloto dapat direbus dan diminum sekali sehari selama beberapa hari untuk membantu mengatasi infeksi ringan.

Namun konsumsi berlebihan dapat menyebabkan mual, sehingga penggunaannya perlu dibatasi.

Konsultasi Medis Tetap Diperlukan

Penggunaan bahan herbal dapat menjadi pelengkap pengobatan medis. Meski demikian, jika keputihan berlangsung lebih dari satu minggu, disertai bau menyengat, perubahan warna menjadi kehijauan atau kuning pekat, serta nyeri, maka pemeriksaan medis sangat dianjurkan.

“Ramuan herbal bisa mendukung pemulihan gejala ringan, tetapi untuk infeksi yang serius, tetap perlu penanganan dari dokter,” ujar dr. Lestari Andini, spesialis kebidanan dan kandungan.

Perempuan juga disarankan menjaga kebersihan area kewanitaan, mengenakan pakaian dalam berbahan katun, dan menghindari penggunaan sabun berpewangi untuk mencegah iritasi berulang.

Editor : Jauhar Yohanis
#keputihan #obat herbal #Kemangi #kunyit asam #Daun Siri Cina