JP Radar Nganjuk - Ustadz Dhanu, seorang dai yang dikenal dengan pendekatan spiritual dalam menangani masalah kesehatan, memiliki pandangan yang berbeda soal penyebab kanker payudara.
Dalam sejumlah ceramah dan tayangan televisi, ia menyebut bahwa penyakit tersebut bisa timbul akibat emosi negatif yang dipendam terlalu lama, khususnya kemarahan terhadap orang-orang terdekat.
Menurut Ustadz Dhanu, kanker bukan semata-mata persoalan biologis atau medis, tetapi juga menyangkut kondisi batin seseorang.
Baca Juga: keputihan dan energi negatif Menurut Ustadz Dhanu
Ia menyebut bahwa banyak kasus kanker payudara terjadi pada perempuan yang sering menahan marah, terutama terhadap suami, orang tua, atau anak.
“Penyakit itu kadang datang dari hati yang tersakiti dan tidak pernah disembuhkan. Misal marah yang disimpan kepada orang tua, suami, istri, atau mertua,” ujarnya dalam salah satu tayangan dakwah di televisi swasta.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa perasaan jengkel, dendam, atau kecewa yang tidak pernah diungkapkan bisa menjadi "penyumbat energi positif" dalam tubuh.
Akumulasi emosi inilah yang, menurutnya, bisa memicu timbulnya penyakit berat seperti kanker.
Perspektif Spiritual vs Medis
Pendekatan Ustadz Dhanu mendapat respons beragam. Sebagian orang menilai pandangan tersebut relevan dalam konteks psikosomatis, yaitu ketika kondisi psikologis seseorang turut memengaruhi kesehatan fisik.
Namun di sisi lain, kalangan medis menegaskan bahwa kanker payudara adalah penyakit kompleks yang penyebabnya melibatkan berbagai faktor: mulai dari genetik, hormonal, hingga gaya hidup.
Baca Juga: AWAS! Keputihan Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Jangan Dianggap Sepele
Ia menambahkan bahwa pengobatan kanker harus tetap berbasis bukti (evidence-based medicine), bukan sekadar keyakinan spiritual.
Meski demikian, Retno tidak menampik bahwa pendekatan emosional dan spiritual bisa mendampingi proses penyembuhan.
“Yang penting bukan menggantikan, tapi melengkapi. Pasien tetap harus mengikuti protokol medis yang jelas,” ujarnya.
Emosi dan Penyakit: Apa Kata Riset?
Beberapa studi psikologi kesehatan memang menunjukkan bahwa stres kronis dan emosi negatif dapat melemahkan sistem imun.
Namun hingga kini, belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa emosi seperti kemarahan atau dendam secara langsung menyebabkan kanker.
Studi lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami hubungan antara kondisi mental dan pertumbuhan sel kanker.
Baca Juga: Awas, Glaukoma Bisa Bikin Buta Tanpa Gejala! Kenali Tanda dan Cara Mengendalikannya
Sementara itu, Ustadz Dhanu terus menekankan pentingnya memaafkan, mengelola amarah, dan memperbaiki hubungan sosial sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jiwa dan raga. “Kalau batin bersih, insya Allah tubuh juga kuat,” ucapnya.
Editor : Miko