JP RADAR NGANJUK - Pernahkah kamu berpikir apa yang terjadi ketika tidur dalam keadaan lampu mati atau menyala? Hal sepele ini tertanya berdampak signifikan pada tubuh maupun otak.
Tidur dalam keadaan lampu menyala mungkin memang terasa nyaman. Ketika kamu tidur dalam keadaan lampu yang menyala, kamu tidak membiarkan otak dan tubuh untuk beristirahat. Penelitian ilmiah menunjukkan paparan cahaya pada malam hari dapat memengaruhi aktivitas otak secara keseluruhan.
Di dalam tubuh kita terdapat hormon melatonin. Hormon melatonin adalah hormon yang membantu kita tidur. Paparan cahaya dapat menekan produksi melatonin yang membuat kita lebih sulit tidur dan tidur menjadi kurang nyenyak.
Kualitas tidur yang buruk akan berdampak pada tubuh dan aktivitas sehari-hari. Tidur dalam cahaya dapat mempercepat detak jantung, menurunkan variabilitas jantung, dan meningkatkan resistensi insulin saat pagi hari. Hal ini mengawali adanya gangguan metabolisme jangka panjang. Selain itu, risiko gangguan kesehatan seperti obesitas, tekanan darah tinggi, serta diabetes bisa meningkat.
Studi Psikologi menyebutkan paparan cahaya malam terbukti menaikkan risiko diabetes tipe 2 hingga 29%, bahkan pada tingkat cahaya yang sangat minim. Selain itu, penelitian longitudinal menunjukkan paparan cahaya malam di kamar tidur bisa meningkatkan risiko timbulnya gejala depresi dan penyakit mental lain pada usia lanjut.
Dalam menghindari beberapa dampak tersebut, tidur sebaiknya dilakukan dalam kondisi gelap atau dengan pencahayaan yang seminimal mungkin. Jika merasa tidak nyaman tidur dalam kegelapan total, gunakan lampu tidur dengan intensitas cahaya yang sangat redup atau pilih lampu dengan spektrum merah yang lebih ramah bagi otak.
Menjaga rutinitas tidur yang teratur, mematikan gawai sebelum tidur, dan menciptakan suasana kamar yang tenang juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Dengan langkah sederhana ini, tubuh akan beristirahat dengan lebih optimal dan siap beraktivitas dengan energi penuh keesokan harinya.
Widia Isnaini Rochmatun Nikmah - Widia Isnaini Rochmatun Nikmah
Editor : Jauhar Yohanis