Ketika kita mengunyah permen karet, kelenjar ludah akan dipicu untuk memproduksi lebih banyak air liur. Menurut American College of Gastroenterology, air liur mengandung bikarbonat yang bersifat basa, sehingga bisa menetralkan asam lambung dan meringankan sensasi terbakar di kerongkongan.
Selain itu, mengunyah permen karet juga meningkatkan frekuensi menelan. Ini membantu asam lambung yang naik kembali ke kerongkongan (refluks) dan turun ke lambung lebih cepat.
Beberapa studi, termasuk yang diterbitkan di Alimentary Pharmacology & Therapeutics (2010), menemukan bahwa mengunyah permen karet selama 30 menit setelah makan dapat mengurangi gejala refluks ringan hingga sedang.
Usahakan memilih permen karet tanpa gula, karena gula berlebih bisa memicu refluks pada beberapa orang. Hindari permen karet rasa mint jika kamu sensitif, karena mint dapat melemahkan sfingter esofagus bagian bawah dan memperburuk refluks. Gunakan secukupnya, sekitar 10–15 menit setelah makan. Jangan berlebihan.
Ingat, permen karet bukan pengganti pengobatan. Permen karet bisa menjadi solusi sementara yang sederhana untuk mengurangi gejala asam lambung.
Dengan memilih jenis yang tepat dan mengunyah setelah makan, rasa panas dan tidak nyaman bisa sedikit berkurang. Namun, jika refluks terus terjadi, periksakan diri ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.
Widia Isnaini Rochmatun Nikmah-Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Miko