JP RADAR NGANJUK-Banyak orang bertanya-tanya: jika harus melewatkan satu waktu makan, lebih baik sarapan atau makan malam? Pertanyaan ini sering muncul terutama bagi mereka yang sedang mencoba diet, puasa singkat, atau sekadar ingin menyesuaikan pola makan dengan jadwal harian yang padat.
Jawabannya tidak sama untuk semua orang, tapi sejumlah penelitian memberikan panduan yang cukup jelas mengenai dampak masing-masing waktu makan terhadap kesehatan.
Menurut Times of India (2024), melewatkan sarapan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan masalah metabolisme. Selain itu, orang yang tidak sarapan cenderung mengalami penurunan energi dan konsentrasi sepanjang hari. Hal ini menunjukkan bahwa sarapan memegang peran penting dalam memulai fungsi tubuh di pagi hari dan menjaga keseimbangan energi.
Baca Juga: Diet OMAD: Makan Sekali Sehari, Efektif atau Justru Berisiko?
Selain itu, penelitian yang dikutip oleh EatingWell (2024) menunjukkan bahwa orang yang sering melewatkan sarapan memiliki risiko patah tulang lebih tinggi seiring bertambahnya usia, mencapai 18% lebih besar dibanding mereka yang rutin sarapan. Temuan ini menegaskan pentingnya sarapan untuk kesehatan jangka panjang, terutama bagi orang dewasa dan lansia.
Menurut Health com (2023), di sisi lain, melewatkan makan malam dinilai relatif lebih aman bagi sebagian orang dibanding melewatkan sarapan, asalkan tidak dilakukan terlalu larut atau ekstrem.
Makan malam sebaiknya dilakukan antara pukul 5 hingga 7 sore, sehingga tubuh memiliki waktu yang cukup untuk mencerna makanan sebelum tidur. Hal ini penting untuk mendukung pencernaan yang optimal dan kualitas tidur yang lebih baik.
Baca Juga: Makan Banyak Tanpa Takut Gemuk? Kenalan dengan Volume Eating!
Dengan mengatur waktu makan malam dan porsi yang wajar, tubuh bisa memproses makanan secara lebih efisien tanpa mengganggu tidur.
Makan terlalu larut atau terlalu banyak di malam hari justru bisa meningkatkan risiko gangguan tidur dan masalah metabolisme, sehingga perhatian pada jadwal makan malam menjadi langkah sederhana namun penting untuk kesehatan sehari-hari.
Dengan demikian, jika harus memilih, kebanyakan ahli gizi menilai lebih aman melewatkan makan malam daripada sarapan. Namun, yang terpenting tetap menjaga pola makan seimbang, mengonsumsi nutrisi yang cukup, dan menyesuaikan waktu makan dengan kebutuhan tubuh masing-masing.
Baca Juga: Makanan Pedas Ternyata Bisa Bantu Kendalikan Nafsu Makan
Penulis: Redinta Rachma Ayshafa - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Miko