Masalah ini sering muncul karena kita kurang memperhatikan porsi dan komposisi makanan sehari-hari. Untungnya, ada cara sederhana yang bisa langsung diterapkan yaitu teknik “piring sehat”. Apa itu piring sehat?
Piring sehat adalah metode yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI dan WHO untuk membantu mengatur porsi makan dengan seimbang. Ide dasarnya sederhana. Piring dibagi menjadi tiga bagian dengan rincian sebagai berikut:
- Setengah piring diisi sayuran dan buah-buahan,
- Seperempat piring untuk sumber protein seperti ikan, ayam, telur, atau kacang-kacangan,
- Seperempat piring sisanya untuk karbohidrat sehat seperti nasi, roti, atau kentang.
Dengan pola ini, tubuh mendapat gizi seimbang, energi cukup, dan risiko kelebihan kalori pun berkurang.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang menerapkan piring sehat cenderung lebih mudah menjaga berat badan, mengurangi risiko diabetes, dan menjaga kesehatan jantung.
Supaya teknik ini benar-benar bisa diterapkan, coba beberapa tips berikut:
- Gunakan piring sedang atau besar – Jangan terlalu kecil, agar mudah membagi porsinya.
- Utamakan sayur dan buah segar – Lebih dari setengah piring sebaiknya sayur beraneka warna dan buah favorit.
- Pilih protein rendah lemak – Ikan, dada ayam, telur, atau kacang-kacangan lebih sehat daripada daging olahan.
- Karbohidrat sehat secukupnya – Nasi merah, roti gandum, atau kentang bisa menjadi sumber energi tanpa menambah kalori berlebihan.
- Minum air putih – Hindari minuman manis saat makan agar tubuh tetap terhidrasi dan gula darah stabil.
Mengatur porsi makan dengan teknik piring sehat ternyata mudah, praktis, dan efektif. Dengan membiasakan diri, kita tidak hanya menjaga berat badan tapi juga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Widia Isnaini Rochmatun Nikmah-Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Miko