Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Menertawakan Meme Sehari Sekali, Mood Jadi Baik

Internship Radar Kediri • Jumat, 19 September 2025 - 00:16 WIB
UANG MEME
UANG MEME

JP RADAR NGANJUK- Di tengah padatnya aktivitas dan stres sehari-hari, seringkali kita lupa memberi ruang kecil untuk bahagia. Padahal, sesuatu yang sederhana seperti meme bisa membawa dampak besar bagi kesehatan mental. Ya, hanya dengan melihat dan tertawa pada meme sehari sekali, mood kamu bisa jadi lebih baik.

Mengapa Meme Bisa Bikin Bahagia?

  1. Meningkatkan hormon endorfin

Tertawa dapat merangsang tubuh melepaskan endorfin, hormon yang membuat perasaan lebih tenang dan bahagia.

  1. Mengurangi stres

Meme seringkali menyajikan humor ringan tentang hal-hal sehari-hari. Saat kamu tertawa, kadar kortisol (hormon stres) dalam tubuh berkurang.

  1. Meningkatkan rasa terkoneksi

Membagikan meme dengan teman atau keluarga bisa menciptakan rasa kebersamaan. “Eh, ini benar-benar kan sama hidup kita?” → dialog ringan ini bisa mempererat hubungan sosial.

  1. Membuat pikiran lebih rileks

Menikmati humor lewat meme memberi jeda singkat dari kesibukan, sehingga otak bisa lebih segar saat kembali bekerja.

Manfaat Psikologis Tertawa dari Meme

Membantu melawan rasa cemas. Memberikan sudut pandang baru pada masalah dengan cara yang lebih ringan. Meningkatkan kreativitas karena otak lebih fleksibel setelah tertawa. 

Tips Menjadikan Meme Sebagai “Vitamin Mood”

  1. Sediakan waktu 5 menit sehari untuk membuka akun meme favorit.
  2. Jangan scroll berlebihan, cukup beberapa konten yang bikin senyum.
  3. Bagikan ke teman dekat, biar tawa jadi lebih menular.
  4. Simpan meme paling berhubungan di galeri, jadi “obat darurat” saat bad mood.

Meme bukan sekadar hiburan dunia maya, tapi bisa jadi perawatan diri sederhana yang menjaga kesehatan mental. Jadi, jangan mengingat kekuatan tawa dari sebuah gambar kocak—karena satu meme sehari bisa jadi kunci menjaga mood tetap positif.

Penulis : Shafura Maulida Abdillah_Mahasiswa Magang Universitas Dian Nuswantoro 




Editor : Jauhar Yohanis