JP RADAR NGANJUK Aktivitas berenang atau menyelam di wilayah tropis biasanya memberikan pengalaman yang menyenangkan, sampai tiba-tiba telapak kaki mengenai benda tajam yang menimbulkan rasa sakit hebat di dasar laut. Kondisi tersebut sering kali menandakan kontak dengan bulu babi. Sengatan hewan laut ini dapat menyebabkan rasa nyeri intens, pembengkakan, serta kemerahan pada kulit. Karena durinya rapuh dan mudah patah, penanganannya membutuhkan ketelitian. Meski demikian, langkah yang benar dapat mencegah terjadinya komplikasi.
Tahap awal yang terpenting adalah menjaga ketenangan dan menjauh dari area tempat kejadian. Panik hanya meningkatkan risiko menginjak lebih banyak duri. Setelah berada di tempat yang aman, periksa luka secara cermat. Jika duri masih terlihat menonjol dan belum patah, gunakan pinset yang telah disterilkan—misalnya dengan alkohol—untuk mengangkatnya secara perlahan. Tarik lurus tanpa menekan bagian sekitarnya, karena tekanan berlebih dapat menyebabkan duri pecah dan tertinggal lebih dalam.
Kesulitan utamanya muncul ketika duri sudah patah dan berada di dalam jaringan kulit. Dalam kasus seperti ini, cara tradisional yang sering digunakan adalah menghancurkan duri tersebut dengan benda tumpul, seperti gagang pisau atau alas sandal karet. Pukulan harus dilakukan perlahan dan terkontrol dengan tujuan memecah duri berbahan kalsium karbonat menjadi serpihan kecil yang dapat diurai tubuh secara alami. Metode ini masih menuai perdebatan dan perlu dilakukan dengan sangat hati-hati.
Salah satu cara pertolongan darurat yang cukup kontroversial adalah penggunaan air seni. Di lokasi pantai yang jauh dari sumber air bersih, air seni diyakini dapat membantu meredakan sakit karena kandungan amonianya yang dapat menetralkan sebagian efek racun. Meski demikian, pendekatan ini hanya bersifat darurat. Bila memungkinkan, lebih baik merendam bagian yang terkena sengatan dalam air hangat selama 30–90 menit. Suhu hangat membantu mengurangi rasa nyeri serta melunakkan jaringan kulit sehingga duri lebih mudah keluar.
Setelah duri berhasil diangkat atau dihancurkan, langkah selanjutnya adalah mencegah infeksi. Bersihkan luka dengan sabun dan air mengalir, kemudian oleskan antiseptik seperti povidone-iodine atau betadine. Tutup luka dengan perban steril dan ganti secara rutin. Pantau kondisi luka dalam beberapa hari untuk memastikan tidak muncul tanda infeksi, seperti keluarnya nanah, pembengkakan berlebihan, atau peningkatan rasa sakit.
Walaupun pertolongan pertama tersebut umumnya efektif, pemeriksaan medis tetap dianjurkan, terutama jika duri berada dekat saraf atau sendi, luka menunjukkan gejala infeksi berat, atau korban memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes. Tenaga medis dapat memberikan antibiotik atau melakukan tindakan minor untuk mengangkat sisa duri. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, sengatan bulu babi dapat tertangani dengan baik sehingga Anda dapat kembali menikmati kegiatan di laut dengan lebih berhati-hati.
Dita Amelia Ningsih
Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Karen Wibi