Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Kasus Campak Kembali Mengintai di Akhir 2025, Warga Nganjuk Wajib Tahu Cara Pencegahannya!

Dedy Nurhamsyah • Jumat, 6 Maret 2026 | 14:13 WIB

Photo
Photo

 

JP Radar Nganjuk -  Belakangan ini Indonesia dan Dunia, kembali panik karena hadirnya kasus campak yang kembali meningkat dan, itu membuat banyak ibu-ibu was-was jika anaknya terkena campak.

Tak jarang orang tua yang melewatkan vaksinasi kepada anaknya, yang membuat banyak anak terkena campak. Maka dari itu penyakit ini seharusnya dapat dicegah melalui imunasi dini, ada kemungkinan juga jika vaksinasi turun, membuat risiko terdampak campak otomatis juga akan ikut meningkat.

 Baca Juga: Dinkes Nganjuk Tingkatkan Kualitas Kesehatan dengan Cek Kesehatan Gratis

Dari pihak kesehatan yaitu Dokter anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menghimbau bahwa salah satu penyebab meningkatnya kasus ini karena masih kurang meratanya cangkupan vaksinasi campak yang ada dikalangan masyarakat terutama di desa-desa.

Oleh karena itu penting bagi kita memahami gejala campak sedini mungkin agar dapat cepat dan tanggap agar tidak terkena dampaknya. 

Gejala yang Sering Muncul Ketika Terkena Campak

Munculnya gejala yang meningkat seperti beberapa tahap yang bervariasi dan khas, membuat penyakit ini tidak hanya ruam biasa dan deman. Dibawah ada beberapa gejala ketika akan mengalami campak :

Baca Juga: Raih Akreditasi Penyelenggara Pelatihan dan Tiga Layanan Disetujui BPJS Kesehatan
1. Mengalami Keluhan Flu juga Demam Tinggi
 
Balita berawal mengalami demam tinggi yang cukup mengganggu, juga diselingi oleh gejala yang mirip dengan flu atau batuk, hidung tersumbat (pilek) serta mata berair, yang berlangsung beberapa hari. 
 
Gejala ini disebut sebagai Stadium Prodromal.
 

2. Campak Khas Ruam

Orang tua sering panik pada saat si kecil mengalami demam.

Tak hanya itu ruam yang terdpat mulai di area-area tertentu seperti rambut maupun belakang telinga, yang kemudian ini akan menyebar ke wajah, lengan, tubuh hingga kaki.

 Baca Juga: Resmi, drg. Pritha Nahkodai PDGI Nganjuk Periode 2025-2030

3. Tanda Khusus di Mulut atau Spot Koplik

Sebelum ruam kulit muncul, dokter sering mencari tanda-tanda khas yang disebut  Koplik's spot:

bintik-bintik kecil berwarna putih-abu pada bagian dalam pipi.

Ini adalah salah satu ciri khas campak yang jarang ditemukan pada penyakit lain.

Dokter sering mencari tanda-tanda yang khas ini biasa disebut dengan  Koplik's spot: bintik-bintik kecil berwarna putih-abu pada bagian dalam pipi, ciri-ciri ini biasa muncul ketika sebelum ruam kulit pada kulit muncul.

Ciri ini juga jarang ditemukan pada penyakit lain sehingga menjadikannya salah satu ciri khas jika si kecil terkena campak.

 Baca Juga: Duta Pelayanan dan Sahabat Manjakan Pasien RSD Kertosono

Di Balik Gejala Ruam dan Demam pada Penyakit Campak

Tak jarang orang tua hanya melihat ruam merah dan demam tinggi saja yang sebenarnya belum cukup untuk membuktikan bahwa itu terkna penyakit campak, maka dari itu kombinasi gejala harus selalu diwaspadai.

Campak seringkali digadang - gadang virusnya bisa menggerus vitamin A pada tubuh, sehingga menyebabkan gangguan pada mata maupun komplikasi serius lainnya seperti pneumonia, infeksi telinga, bahkan kerusakan permanen pada mata jika tidak segera dan salah ditangi dengan baik, menurut dokter disebabkan campak bukan penyakit ringan biasa.

Baca Juga: Kabupaten Nganjuk Meraih Penghargaan Swasti Saba Padapa

Dibawah Merupakan Tips Singkat untuk Orang Tua :

1. Tetap waspada tapi - Jangan panik dulu.

2. Cari tahu gejalanya mulai dari demam tinggi - batuk - mata merah - ruam kulit.

3. Segera periksa ke dokter jika ada kecurigaan anak terkena campak.

4. Periksa dan pastikan apakah jadwal imunisasi anak lengkap sesuai anjuran.

 Baca Juga: Cara Tepat Memilih Ikan Segar, Dijamin Daging Manis dan Bebas Bau Amis

Penulis adalah Diyas Juni Irwanto, Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.

Editor : rekian
#Ruce Nuenda campak #kasus campak #kasus campak Indonesia 2026 #lonjakan kasus campak #Risiko Campak #Campak Menular #gejala campak anak #Sakit Campak