Jawa Pos Radar Nganjuk - Momen Lebaran identik dengan pesta kuliner. Mulai dari hidangan bersantan, berlemak, hingga camilan manis berjejer rapi di meja tamu.
Bagi banyak orang, Lebaran seringkali menjadi momen "balas dendam" setelah berpuasa, yang sayangnya berujung pada kenaikan berat badan dan lonjakan kolesterol.
Bagaimana cara menyiasatinya agar tetap bisa makan enak tapi raga tetap sehat? Berikut adalah tips praktisnya:
1. Terapkan Strategi "Air Putih Sebelum Perang" Sebelum mulai menyantap hidangan berat di meja makan, minumlah 1–2 gelas air putih. Air putih membantu memberikan rasa kenyang lebih awal, sehingga kamu tidak akan "kalap" saat mengambil porsi rendang atau opor.
2. Urutan Makan: Serat Dulu, Karbo Kemudian Jika tersedia lalapan atau buah-buahan, makanlah itu terlebih dahulu. Serat akan membantu menghambat penyerapan lemak dan gula dari makanan berat yang kamu konsumsi setelahnya. Hindari langsung menyantap kue-kue manis dalam kondisi perut kosong.
3. Gunakan Piring Kecil Secara psikologis, menggunakan piring yang lebih kecil membuat porsi makanan terlihat lebih penuh. Ini adalah trik sederhana untuk mengontrol jumlah kalori yang masuk tanpa merasa "tersiksa" karena porsi sedikit.
4. Pilih "Satu Menu Jagoan" di Setiap Rumah Saat berkeliling silaturahmi, jangan makan besar di setiap rumah. Pilihlah satu menu yang paling ingin kamu coba di satu tempat, dan cukup cicipi camilan ringan di tempat lainnya. Ingat, kuncinya adalah mencicipi, bukan menghabiskan seluruh hidangan.
5. Manfaatkan Momen Silaturahmi untuk Bergerak Jangan hanya duduk berjam-jam saat bertamu. Manfaatkan momen berkeliling desa atau komplek dengan berjalan kaki jika jaraknya memungkinkan. Aktivitas fisik ringan ini sangat membantu membakar kalori ekstra dari kue nastar yang kamu camil.
Editor : Miko