Melihat Virus Influenza A di Kabupaten Nganjuk

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 17:17 WIB
Melihat Virus Influenza A di Kabupaten Nganjuk
Melihat Virus Influenza A di Kabupaten Nganjuk

 

Penyebaran Kian Masif Pada September Hingga Oktober

 

Masyarakat di Indonesia, khususnya di Kabupaten Nganjuk, sedang dipusingkan dengan penyebaran virus Influenza A. Berbeda dengan influenza biasa, Influenza A memiliki gejala yang lebih berat. Penderitanya bisa merasakan meriang, batuk, hingga pilek berhari-hari.

 

MASYARAKAT di Kabupaten Nganjuk harus was-was selama beberapa minggu ke depan. Alasannya? Virus Influenza A sedang menyebar secara masif. Karena memang, pada bulan tertentu, virus yang membuat penderitanya meriang, batuk, hingga pilek itu lebih mudah menyerang manusia. Seperti di bulan September hingga Oktober, lalu Januari hingga Februari.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Bhayangkara Nganjuk dr. Nur Athina Sp. PD menjelaskan ada perbedaan mendasar antara flu biasa atau common cold dengan Influenza A. Umumnya flu biasa hanya menimbulkan gejala ringan. Sebaliknya, infeksi virus influenza dapat menimbulkan gejala lebih berat dalam waktu relatif singkat.

Demam tinggi bahkan bisa muncul hanya dalam hitungan jam atau satu hari, disertai menggigil dan kondisi tubuh yang lebih lemah. “Penderitanya mengalami meriang, batuk, dan pilek selama dua hingga tiga hari, tetapi masih dapat beraktivitas seperti biasa,” jelas dr. Nur.

Lebih rinci lagi, virus influenza terdiri atas tipe A, B, C, dan D. Influenza A menjadi salah satu tipe yang banyak menyebabkan infeksi influenza pada manusia.  “Virus ini juga memiliki pola penyebaran musiman. Biasanya antaranya sekitar September–Oktober dan Januari–Februari,” paparnya.

Meski penderitanya masih bisa beraktifitas, Influenza A tetap harus diwaspadai. Risiko komplikasi menjadi perhatian khusus ketika infeksi influenza menyerang kelompok rentan. Menurut dr. Nur, pasien yang mengalami kondisi berat dapat mengalami pneumonia atau radang paru-paru. Gejalanya dapat berupa batuk dan sesak napas hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian antara lain lanjut usia, terutama mereka yang berusia di atas 70 tahun, serta orang berusia 60 tahun yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes atau gangguan jantung. “Selain itu anak-anak berusia di bawah tiga tahun dan ibu hamil juga termasuk kelompok yang berisiko,” tandasnya (nov/wib)

Editor : Novanda Nirwana
rs bhayangkara nganjuk influenza a meriang gejala