Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Tradisi Mencukur Rambut Bayi, Berikut Makna menurut Islam dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Redaksi Radar Nganjuk • Kamis, 6 Februari 2025 | 20:00 WIB
Mencukur bayi punya manfaat dan makna tersendiri bagi umat muslim.
Mencukur bayi punya manfaat dan makna tersendiri bagi umat muslim.

 

 

JP Radar Nganjuk - Dalam ajaran Islam, mencukur rambut bayi tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan bagian dari sunnah yang dianjurkan.
Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib, di mana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Setiap anak ada aqiqahnya, sembelihlah aqiqah untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberikan nama” (HR Ahmad dan Turmudzi).
Hadis ini menunjukkan pentingnya mencukur rambut sebagai bagian dari aqiqah, yang merupakan bentuk syukur atas kelahiran seorang anak.

Hadis Tentang Mencukur Rambut Bayi
Hadis dari Ali bin Abi Thalib: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengaqiqahi Al-Hasan dengan menyembelih kambing, kemudian beliau berkata: “Wahai Fatimah, cukurlah rambut kepalanya dan bersedekahlah dengan nominal perak seberat rambutnya.” (HR. Tirmidzi)

Makna dan Hikmah: Dalam hadis ini, terdapat penekanan pada pentingnya mencukur rambut bayi sebagai bagian dari aqiqah dan sebagai bentuk bersedekah. Mencukur rambut bayi tidak hanya membersihkan kotoran, tetapi juga memberikan kesempatan untuk bersedekah dengan perak seberat rambut yang dicukur.

Pendapat Ulama: Mayoritas ulama sepakat bahwa mencukur rambut bayi laki-laki adalah sunnah, sedangkan untuk bayi perempuan terdapat perbedaan pendapat.
Ulama Syafi'iyyah dan Malikiyah berpendapat bahwa mencukur rambut bayi perempuan juga disunnahkan, sedangkan ulama Hanabilah berpendapat sebaliknya.
Hikmah Kesehatan: Mencukur rambut bayi juga dianggap memiliki manfaat kesehatan, seperti mengurangi risiko infeksi pada kulit kepala dan merangsang pertumbuhan rambut yang lebih baik.

Selain merupakan suatu kesunnatan, mencukur rambut bayi juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan lo. Berikut adalah beberapa manfaat dari mencukur rambut bayi untuk kesehatan:
Kesehatan Kulit Kepala: Mencukur rambut bayi dapat membantu menjaga kebersihan kulit kepala. Dengan menghilangkan rambut yang mungkin kotor atau berminyak, kulit kepala bayi dapat bernapas lebih baik dan mengurangi risiko infeksi atau iritasi.
Pertumbuhan Rambut yang Lebih Baik: Beberapa orang percaya bahwa mencukur rambut bayi dapat merangsang pertumbuhan rambut yang lebih lebat dan sehat.
Meskipun tidak ada bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung klaim ini, banyak orang tua melakukannya dengan harapan rambut bayi akan tumbuh lebih baik setelah dicukur.
Menghilangkan Rambut Halus: Bayi sering kali memiliki rambut halus dan tipis yang mungkin tidak tumbuh dengan baik.
Mencukur rambut dapat membantu menghilangkan rambut tersebut dan memberikan kesempatan bagi rambut baru yang lebih kuat untuk tumbuh.
Tradisi Budaya dan Agama: Di banyak budaya, mencukur rambut bayi adalah bagian dari tradisi atau ritual keagamaan. Misalnya, dalam budaya Islam, ada tradisi mencukur rambut bayi pada hari ketujuh setelah kelahiran. Ini sering kali diiringi dengan doa dan syukuran.
“Dengan mencukur rambut bayi, kami tidak hanya mengikuti sunnah, tetapi juga merayakan momen spesial dalam hidup kami. Ini adalah kesempatan untuk bersyukur dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain,” ungkap Muhammad Misbahul Munir, seorang orang tua yang baru saja melaksanakan tradisi ini.

Meskipun mencukur rambut bayi memiliki banyak manfaat, keputusan untuk melakukannya tetap bergantung pada preferensi pribadi dan tradisi keluarga. Bagi sebagian orang, momen ini menjadi pengalaman yang intim dan memperkuat ikatan antara orang tua dan bayi.
Dengan demikian, mencukur rambut bayi bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga merupakan praktik yang kaya akan makna dan manfaat, baik dari segi kesehatan maupun spiritual. Tradisi ini terus dilestarikan oleh banyak keluarga Muslim sebagai bentuk syukur atas anugerah kehidupan yang diberikan.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
##islam ##Bayi #aqiqah