Puasa memiliki banyak keutamaan, terutama jika dilihat dari sudut pandang kesehatan.
Beberapa penelitian telah menyebutkan bahwa puasa dipercaya dapat menjadi senjata melawan berbagai macam penyakit.
Di dalam Islam, umat muslim tidak hanya menjalankan puasa Ramadhan selama sebulan penuh, tetapi terdapat beberapa puasa sunnah yang sangat dianjurkan, seperti puasa ayyamul bidh.
Puasa sunnah ini dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Rajab, yang bertepatan pada tanggal 12, 13, dan 14 Februari 2025.
Puasa Ayyamul bidh sering dikenal dengan nama puasa hari putih, karena dilaksanakan ketika bulan tengah bersinar terang, dan terlihat lebih putih bercahaya.
Posisi bulan purnama itu ternyata mempengaruhi kondisi bumi sehingga mengakibatkan pasang surut air laut.
Namun, bulan purnama juga mempengaruhi kondisi kejiwaan manusia menurut sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti Amerika.
Hasil dari penelitian itu menyebutkan bahwa manusia pada saat bulan purnama cenderung lebih labil, lebih emosional, dan tidak terkendali.
Nah, apabila dikorelasikan dengan anjuran puasa Ayyamul Bidh, maka puasa sunnah ini dapat memberikan manfaat atau keutamaan luar biasa seperti meredakan dan menyeimbangkan kelabilan psikologis, dilansir dari dalamislam.com.
Jadi, betapa puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah selalu memiliki alasan-alasan terbaik. Berikut beberapa keutamaan dari puasa Ayyamul Bidh:
1. Pahala berpuasa sepanjang tahun
Puasa Ayyamul Bidh selain memberi manfaat menstablikan emosi bagi kejiwaan manusia. Puasa ini dinilai memberi banyak keutamaan lain, seperti dalam hadis dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash Rasulullah SAW bersabda, "Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun." (HR Bukhari).
Baca Juga: Malam Nisfu Sya'ban 2025 Jatuh Di Hari Apa? Catat Jadwal Lengkap beserta Niatnya
2. Menjalankan wasiat Rasulullah
Dengan menjalankan puasa Ayyamul Bidh ini, umat Islam telah menghidupkan sunnah nabi. Dalam sebuah hadis, Rasulullah pernah berpesan:
“Kekasihku (Rasulullah SAW) berwasiat kepadaku dengan tiga perkara, aku tidak akan meninggalkannya selama aku hidup; berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, dua rakaat dhuha dan tidak tidur sampai aku salat witir.”
3. Mendapat surga ar-rayyan
Keutamaan selanjutnya adalah umat Islam akan mendapatkan hadiah surga Ar Rayyan seperti yang telah dijanjikan. Dalam sebuah hadis Rasulullah yang berbunyi:
إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ
“Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “ar rayyan“. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa.” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya” (HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152).
Selain puasa Ayyamul Bidh, terdapat puasa-puasa sunnah lain yang dapat memiliki banyak keutamaan seperti puasa daud, puasa senin-kamis, puasa Arafah, puasa asyura, puasa tasu’a.
Penulis: Eka Fitria Lusiana
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira