Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Maleman, Tradisi Warga Nganjuk pada 10 Malam Terakhir Ramadan

Syahrul Andry Wahyudi • Senin, 24 Maret 2025 | 21:26 WIB
Memasuki 10 Hari Kedua Ramadan, Ini Tujuh Amalan yang Dapat Dilakukan
Memasuki 10 Hari Kedua Ramadan, Ini Tujuh Amalan yang Dapat Dilakukan

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sepuluh hari terakhir bulan Ramadan menjadi sangat istimewa. Khususnya pada malam ganjil.

Karena diyakini malam Lailatul Qadar akan turun pada malam tersebut. Malam yang dipercaya lebih baik dari seribu bulan.

Pada malam tersebut, masyarakat Jawa khususnya yang ada di Nganjuk, banyak yang berharap berkah. Aktivitas menjembut berkah ini kemudian diisi dengan bersedekah yang dikemas acara doa bersama dengan nama Maleman.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Maleman adalah selatan atau kenduri pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Pada malam itu, masyarakat banyak yang menggelar kenduri.

Kenduri sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Kemudian sarana mendekatkan diri kepada Sang Khaliq dan berharap meraih Lailatul Qadar.

Tidak lupa, pada acara kenduri juga diisi kirim doa. Terutama kepada para leluhur atau sanak keluarga yang sudah berpulang.

Tradisi Maleman ini masih lestari hingga saat ini. Biasanya acara Maleman dilaksanakan usai Salat Tarawih.

Usai beribadah Salat Tarawih, warga berbondong-bondong datang ke masjid atau musala setempat. Kemudian berkumpul untuk berkirim doa bersama.

Yang unik, sedari rumah, warga sudah membawa nasi berkat masing-masing. Kemudian dikumpulkan menjadi satu.

Usai doa dan kenduri bersama, masing-masing warga kembali mengambil nasi berkat tersebut. Biasanya memilihnya acak, tidak sama dengan yang dibawa saat berangkat Maleman.

Tradisi ini menjadi simbol kekompakkan dan kerukunan antarwarga. Sekaligus bentuk ekspresi kecintaan umat kepada Sang Maha Pencipta melalui sarana bersedekah dan berdoa bersama.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#nganjuk #tradisi #malam terakhir ramadan