Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Gua Akbar Jadi Tempat Bersemedi Sunan Kalijaga sebelum Berguru pada Sunan Bonang

Endro Purwito • Sabtu, 29 Maret 2025 | 16:00 WIB
Gua Akbar Jadi Tempat Bersemedi Sunan Kalijaga sebelum Berguru pada Sunan Bonang
Gua Akbar Jadi Tempat Bersemedi Sunan Kalijaga sebelum Berguru pada Sunan Bonang

JP Radar Nganjuk- Gua Akbar merupakan fenomena alam yang unik di tengah kota Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Gua di kecamatan Semanding ini tidak seperti umumnya. Bukan di hutan atau pegunungan.

Namun berada di jalur jalan Semarang-Surabaya, persis di belakang Pasar Baru Tuban. Tepat di seberang terminal yang memudahkan pengunjung menemukannya.

Sejak 1995, Gua Akbar dibersihkan dari sampah dan kotoran yang menumpuk selama puluhan tahun.

Dahulu tempat ini dianggap angker, tertutup semak berduri dan pohon abar (sejenis beringin). Bahkan dijuluki Lueng Ombo atau keraton para jin.

Namun kini, lorong sepanjang 1,2 kilometer (km) tersebut memancarkan pesona magis. Stalaktit dan stalagmit berusia 20 juta tahun tampak bersinar diterangi lampu warna-warni.

Di sela-sela batuan, fosil kerang laut purba masih menempel di dinding, bukti bahwa Tuban dulunya adalah dasar lautan.

Gua Akbar juga dikenal sebagai living museum sejarah Islam Jawa. Konon, ketika Raden Mas Said (Sunan Kalijaga) diusir ayahnya, ia bersemedi di sini sebelum menjadi murid Sunan Bonang.

Di ruang Paseban Wali, para Wali Songo dikisahkan berkumpul, bermusyawarah, dan menyebarkan ajaran Islam. Batu-batu besar di sana diyakini sebagai podium tempat mereka berpidato.

Ada juga Gamping Watu Nogo, batu tempat Sunan Kalijaga bertapa, dan Kedung Tirta Agung—mata air yang diyakini berkhasiat menyegarkan jiwa. Airnya tak pernah kering, bahkan saat kemarau.

Baca Juga: Lampu H6 Bi-LED: Tren Baru Pencahayaan Kendaraan di Indonesia

Padahal pada 1984, Gua Akbar nyaris hancur. Pembangunan Pasar Baru di atasnya membuat sampah dan limbah masuk ke goa.

Tapi pada 1995, Bupati Sjoekoer Soetomo membersihkan dan mengubahnya jadi destinasi wisata.

Kini, jalan setapak berpagar kuning memudahkan pengunjung menikmati keindahan tanpa khawatir terpeleset.

Bahkan, relief di dinding depan goa menceritakan sejarah Tuban secara visual, seperti komik raksasa yang mengajak kita belajar sambil berjalan.

Ada beberapa versi tentang asal-usul nama Gua Akbar. Pertama, nama 'Akbar' diambil dari nama tanaman abar yang tumbuh di mulut gua.

Berasal dari kata "ngabar" dalam bahasa Jawa kuno berarti 'latihan'. Asal usul nama itu dari cerita turun temurun bahwa goa ini digunakan prajurit Ronggolawe latihan ilmu kanuragan sebagai bekal menghadapi pasukan Majapahit.

Namun versi lain mengatakan, asal-usul nama 'Akbar' berasal dari ucapan Sunan Bonang saat pertama kali mengunjungi goa, yaitu "Allahu Akbar".

Konon katanya, gua ini merupakan tempat perkumpulan para wali songo dan orang-orang mashyur pada zaman dulu.

Salah satunya adalah Putra Adipati Tuban, yaitu Raden Mas Said atau yang lebih dikenal dengan Sunan Kalijaga.

Menurut legenda, Raden Said menetap di goa ini setelah diusir oleh ayahnya, sebelum kemudian dijadikan murid oleh Sunan Bonang.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Kalijaga #Gua Akbar #Gua Akbar Tuban