JP Radar Nganjuk - Kematian adalah takdir yang pasti bagi setiap makhluk hidup. Setelah nyawa dicabut, manusia akan menjalani kehidupan di alam barzakh hingga hari kiamat tiba.
Dalam ajaran Islam, disebutkan bahwa di alam kubur manusia akan dihadapkan pada pertanyaan dari dua malaikat, Munkar dan Nakir.
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, pertanyaan tersebut meliputi: "Siapa Tuhanmu?", "Apa agamamu?", dan "Siapa orang yang diutus kepadamu?". Meski terdengar sederhana, hanya mereka yang taat dan beriman selama hidup yang akan mampu menjawabnya dengan benar.
Jika seseorang gagal menjawab, maka ia akan dihadapkan dengan sosok malaikat yang mengerikan: tubuh mereka hitam legam, mata menatap tajam, dan suara mereka mengguntur layaknya petir.
Proses ini disebut sebagai fitnah kubur, yang sangat menakutkan dan penuh siksaan. Namun, ada beberapa golongan manusia yang diberi keistimewaan untuk tidak mengalami fitnah kubur ini.
Siapa saja mereka? Berikut ulasannya:
1. Orang yang Mati Syahid
Golongan pertama yang terbebas dari pertanyaan kubur adalah mereka yang meninggal dalam keadaan syahid.
Dalam sebuah riwayat dari Rasyid bin Sa’ad, seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “Wahai Rasulullah, kenapa para syuhada tidak diuji dalam kuburnya?” Nabi menjawab, “Cukup kilatan pedang yang melayang di atas kepala mereka menjadi ujian bagi mereka.” (HR. Al-Albani dalam Shahihul Jami’)
2. Penjaga Perbatasan Demi Allah
Mereka yang berjaga di garis perbatasan wilayah Muslim untuk menjaga dari serangan musuh karena Allah juga dikecualikan dari fitnah kubur.
Rasulullah SAW bersabda, “Ribath (berjaga) sehari semalam lebih utama dari puasa dan shalat malam selama sebulan. Jika seseorang meninggal dalam keadaan seperti ini, amalnya tetap mengalir, rezekinya terus diberi, dan ia terbebas dari ujian kubur.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)
3. Wafat Karena Sakit Perut
Orang yang meninggal karena penyakit di perutnya juga akan dibebaskan dari siksa kubur. Dalam riwayat Abu Daud disebutkan, “Siapa yang meninggal karena sakit perut, maka dia tidak akan disiksa dalam kuburnya.” Ini juga dikuatkan oleh riwayat dari Ibnu Majah, Al-Baihaqi, dan At-Tirmidzi yang menilai hadits ini hasan.
4. Pembaca Surat Al-Mulk Secara Rutin
Rajin membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Mulk, juga menjadi penyebab seseorang terbebas dari siksa kubur. Rasulullah SAW menyebut Surah Al-Mulk sebagai “Al-Maani’ah” atau penahan dari siksa.
Dalam hadits disebutkan, “Surat ini mencegah pembacanya dari siksa kubur.” (HR. An-Nasa’i dan At-Tirmidzi). Bahkan, Rasulullah SAW tidak tidur malam sebelum membaca Surah As-Sajdah dan Al-Mulk.
5. Meninggal pada Hari Jum’at
Keutamaan lain diberikan kepada mereka yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada seorang Muslim pun yang wafat pada hari Jumat atau malam Jumat, kecuali Allah akan lindungi dia dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi, dinyatakan kuat oleh Al-Albani)
Doa agar Terhindar dari Azab dan Siksa Kubur
Mari kita panjatkan doa agar dijauhkan dari siksa dan azab kubur:
“Rabbanaa zhalamna anfusanaa wa illam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin.”
(Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.)
(QS Al-A’raf [7]: 23)