JP Radar Nganjuk - Dalam Islam, mimpi itu dibagi menjadi tiga jenis, berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW: “Mimpi itu ada tiga: mimpi dari Allah, mimpi dari setan, dan mimpi dari diri sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim). Berikut penjelasannya satu per satu:
1. Mimpi dari Allah (رؤيا صالحة - Ru’ya Shalihah)
Ini adalah mimpi yang baik dan benar, kadang berisi petunjuk, kabar gembira, atau peringatan. Datangnya dari Allah sebagai bentuk rahmat atau wahyu kepada Nabi. Bagi orang biasa, bisa menjadi isyarat atau motivasi, bukan hukum.
Contoh: Nabi Yusuf AS melihat dalam mimpi bahwa matahari, bulan, dan bintang sujud kepadanya (QS. Yusuf: 4).
Cara menyikapi:
Jika mimpi itu baik, bersyukurlah dan ceritakan hanya kepada orang yang dipercaya, jangan diumbar.
2. Mimpi dari setan (حلم - Hulm)
Biasanya berupa mimpi buruk, menakutkan, atau menyesatkan, yang membuat kita cemas, takut, atau sedih saat bangun. Tujuannya untuk mengganggu dan menakut-nakuti. Misalnya: mimpi dikejar, jatuh, atau hal yang sangat buruk.
Cara menyikapi: Jangan diceritakan kepada siapa pun. Meludah ke arah kiri tiga kali (tanpa air). Baca doa, berlindung kepada Allah dari setan. Ubah posisi tidur.
3. Mimpi dari diri sendiri (حديث النفس - Haditsun Nafs)
Mimpi ini berasal dari pikiran kita sendiri, misalnya karena terlalu memikirkan sesuatu sebelum tidur.
Tidak membawa pesan khusus, hanya pantulan dari alam bawah sadar.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira