Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Ustadz Sirojudin Assubki Menyebut Adanya Potensi Akad Luna Maya dan Maxime Tidak Sah. Benarkah Demikian?

Elna Malika • Minggu, 11 Mei 2025 | 15:45 WIB
Kontroversi Jeda Ijab Kabul di Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier
Kontroversi Jeda Ijab Kabul di Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier

JP Radar Nganjuk - Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier yang berlangsung pada 7 Mei 2025 di Bali menjadi perbincangan hangat. Di tengah suasana bahagia, Ustadz Sirojudin Assubki mengemukakan pendapat yang mengejutkan.

Ia menyebut adanya potensi akad nikah pasangan ini tidak sah karena terdapat jeda yang terlalu lama dalam prosesi ijab kabul.

Dalam tradisi Islam di Indonesia, ijab kabul adalah inti dari akad nikah yang harus diucapkan secara bersambung antara wali mempelai wanita dan mempelai pria.

Ustadz Sirojudin menilai bahwa jeda yang terjadi saat Maxime Bouttier mengucapkan kabul dapat melanggar syarat ketersambungan. Menurutnya, jeda tersebut berpotensi membuat akad tidak memenuhi ketentuan syariat.

Namun, pandangan ini tidak sepenuhnya disepakati oleh semua kalangan. Sejumlah ulama berpendapat bahwa jeda singkat dalam ijab kabul masih dapat diterima, terutama jika disebabkan oleh hal wajar seperti grogi atau jeda napas alami.

Kitab Al-Majmû’ Syarhul Muhadzdzab karya Yahya bin Syaraf An-Nawawi menyebutkan bahwa jeda sepanjang waktu menelan ludah atau berhenti bernapas tidak membatalkan keabsahan akad.

Pernikahan Luna dan Maxime sendiri digelar dengan nuansa tradisional yang kental. Prosesi siraman pada 6 Mei 2025, sehari sebelum akad, bahkan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Luna Maya dan TS Media.

Pasangan ini juga sempat menyampaikan terima kasih atas dukungan publik, sekaligus meminta privasi selama momen bersejarah mereka.

Kasus ini mencerminkan keragaman pandangan masyarakat Indonesia terkait syarat sahnya akad nikah.

Sebagian pihak memandang ketersambungan ijab kabul harus mutlak tanpa jeda, sementara lainnya lebih fleksibel dengan mempertimbangkan situasi manusiawi.

Perbedaan pemahaman ini sering muncul dalam praktik pernikahan di berbagai daerah.

Pernikahan dalam budaya Indonesia, termasuk di Bali, kerap menjadi perayaan besar yang melibatkan keluarga dan kerabat.

Namun, sorotan terhadap teknis ijab kabul seperti dalam kasus ini menunjukkan bahwa aspek syariat tetap menjadi perhatian utama.

Hal ini menggarisbawahi pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap syarat-syarat akad nikah.

Hingga saat ini, Luna Maya dan Maxime Bouttier belum memberikan pernyataan resmi terkait pendapat Ustadz Sirojudin.

Pasangan ini tampaknya memilih untuk menikmati kebahagiaan mereka pasca-pernikahan.

Kontroversi ini menjadi pengingat bahwa pernikahan tidak hanya tentang perayaan, tetapi juga kepatuhan pada aturan syariat yang dianggap sakral.

Editor : Elna Malika
#ijab kabul #keabsahan #kitab #tidak sah #potensi #Pendapat #berhenti bernapas #sorotan #tradisional #pernikahan #maxime bouttier #menelan ludah #bali #radar nganjuk berita hari ini #luna maya #Membatalkan #perbincangan hangat #jeda #ustadz #suasana #nuansa #akad #bahagia