Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Makam Mbah Wasil Setono Gedong : Wisata Religi di Tengah Kota Kediri

Satriya Agung Prakoso • Sabtu, 17 Mei 2025 | 14:08 WIB

Makam Mbah Wasil Kediri
Makam Mbah Wasil Kediri

JP Radar Nganjuk – Di tengah keramaian kawasan Jalan Dhoho, Kota Kediri, terdapat sebuah kompleks pemakaman yang tak pernah sepi dari peziarah. Tempat itu adalah Makam Syekh Sulaiman Syamsudin Al Wasil, atau lebih dikenal sebagai Mbah Wasil, yang dipercaya sebagai salah satu penyebar awal agama Islam di wilayah Kediri.

Kompleks pemakaman yang berada di Kelurahan Setono Gedong itu menjadi salah satu jujukan penting bagi umat Muslim, terutama dari Jawa Timur dan sekitarnya. Tak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir, makam ini juga menjadi simbol napak tilas dakwah Islam di tanah Jawa.

Baca Juga: Ini Upaya Pemdes Banjaranyar, Kras, Kabupaten Kediri Mendukung Wisata Religi

Dilansir laman resmi Pemerintah Kota Kediri, kompleks makam Mbah Wasil di Setono Gedong telah menjadi ikon wisata religi di Kota Kediri. Terletak di pusat kota, tepatnya di seberang dari jalan keluar dari Stasiun Kediri, kawasan ini tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir Mbah Wasil, tetapi juga sejumlah tokoh penting lainnya. Makam Mbah Wasil merupakan salah satu destinasi wisata religi yang sering dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah, bahkan dari luar kota.

Sebelum tahun 2003, makam Mbah Wasil sebenarnya belum secara resmi masuk dalam rangkaian wisata religi di Jawa. Namun, namanya telah lebih dahulu dikenal para peziarah melalui penyebaran informasi dari mulut ke mulut. Baru pada 2003, kawasan makam ini mulai dipugar. Kemudian pada 2007, resmi dibuka sebagai destinasi wisata religi oleh Pemerintah Kota Kediri di masa kepemimpinan Wali Kota H.A Maschut.

Juru kunci makam, Muhammad Yusuf Wibisono, menuturkan bahwa Mbah Wasil diperkirakan datang ke Kediri pada masa pemerintahan Raja Sri Aji Joyoboyo. “Beliau masuk tanah Jawa pada abad ke-11, sebelum Walisongo datang.kni pada masa Pemerintahan Sri Adji Djoyoboyo,” ungkapnya.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Wisata Religi di Kota Surabaya, Mulai dari Makam Wali Songo hingga Masjid

Tak hanya Mbah Wasil, kompleks pemakaman di Setono Gedong juga menjadi tempat peristirahatan terakhir tokoh-tokoh penting lain. Hal itu diungkapkan Bu Nining, salah satu pembantu juru kunci makam.

“Di sini ada banyak tokoh, tidak hanya Mbah Wasil. Ada Sunan Bakul Kabul, Sunan Penanggung, Sunan Bagus, Wali Akba, Pangeran Sumende, Sunan Demang, Wali Siti Fatimah, Sunan Brebek, Syekh Abdul Qodir, sampai Raja Amangkurat,” jelasnya.

Baca Juga: Gereja Puhsarang, Objek Wisata Religi di Kaki Gunung Wilis

Keberadaan makam-makam tersebut menjadikan Setono Gedong sebagai situs bersejarah yang mencerminkan akulturasi budaya dan penyebaran Islam di Kediri. Bagi para peziarah dan wisatawan, mengunjungi kompleks ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai sarana untuk memahami sejarah dan perkembangan Islam di wilayah tersebut.

 

Editor : Jauhar Yohanis
#Wasil #wisata religi #Syekh #Kota Kediri