Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Karena Takhayul, Kucing Pernah Jadi Korban di Abad Pertengahan

Dedy Nurhamsyah • Rabu, 4 Juni 2025 | 09:00 WIB
Karena Takhayul, Kucing Pernah Jadi Korban di Abad Pertengahan
Karena Takhayul, Kucing Pernah Jadi Korban di Abad Pertengahan

JP radar Nganjuk - Pada Abad Pertengahan, Eropa pernah mengalami masa kelam ketika kucing terutama yang berwarna hitam dicap sebagai simbol kejahatan dan dianggap bersekutu dengan kekuatan gelap.

Pandangan ini salah satunya dipicu oleh dikeluarkannya bulla kepausan Vox in Rama oleh Paus Gregorius IX pada tahun 1233.

Dokumen tersebut menyebutkan adanya ritual pemujaan setan yang melibatkan kucing hitam, sehingga memperkuat stigma bahwa hewan ini adalah peliharaan iblis.

Dampaknya luar biasa. Ketakutan dan takhayul yang merajalela di masyarakat saat itu mendorong terjadinya pembantaian kucing secara masif.

Tak jarang, kucing dibakar hidup-hidup dalam acara-acara publik yang justru dianggap sebagai hiburan rakyat.

Di beberapa wilayah Eropa, aksi sadis ini bahkan dijadikan tradisi tahunan. Dari fenomena inilah, istilah "Katzenmusik" yang kini berarti musik sumbang atau tidak enak didengar muncul, meski maknanya telah bergeser jauh dari konteks aslinya.

Kucing juga menjadi korban dalam praktik perburuan penyihir. Mereka dianggap sebagai familiar, yakni makhluk peliharaan yang dipercaya membantu penyihir menjalankan sihir hitam.

Akibatnya, kucing sering ikut dihukum mati bersama perempuan yang dituduh sebagai penyihir.

Ironisnya, aksi pemusnahan kucing ini justru diyakini mempercepat penyebaran Wabah Hitam pada abad ke-14.

Dengan berkurangnya populasi kucing sebagai pemangsa alami tikus hewan pembawa utama penyakit wabah pun meluas lebih cepat dan mematikan jutaan orang di Eropa.

Meskipun beberapa sejarawan modern mempertanyakan keakuratan sebagian kisah ini dan menganggapnya dilebih-lebihkan oleh beberapa sumber, peristiwa-peristiwa tersebut tetap menjadi contoh nyata bagaimana kepercayaan religius dan takhayul bisa mendorong masyarakat pada keputusan kolektif yang tragis.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#kucing #ritual #kepercayaan #kucing hitam #tahayul #sihir hitam #hewan #abad pertengahan #Ilmu Hitam