JP Radar Nganjuk - Di era teknologi dan informasi saat ini, banyak orang mengira godaan iblis hanya terjadi pada masa lalu atau lewat hal-hal ekstrem.
Padahal, iblis menyesatkan manusia di zaman modern dengan cara yang jauh lebih halus dan tersembunyi.
Berikut beberapa strategi yang sering digunakan untuk menjauhkan manusia dari jalan kebenaran:
1. Menormalkan Dosa
Iblis menjadikan dosa terlihat biasa dan tidak berbahaya. Contohnya, tontonan vulgar, ujaran kebencian, dan ghibah dianggap “hiburan” atau “candaan”. Hal ini membuat hati manusia kebal terhadap dosa.
Baca Juga: Ingin Masak Daging Kurban Jadi Sate Kambing? Simak Tips Berikut Agar Rasanya Mak Nyus
2. Mengalihkan Fokus dari Ibadah
Waktu manusia kini banyak tersita untuk media sosial, game, atau urusan duniawi lainnya. Tanpa sadar, shalat mulai dilalaikan, Al-Qur’an jarang dibaca, dan ibadah pun terasa berat.
3. Membuat yang Haram Terlihat Halal
Iblis menggoda manusia lewat logika pembenaran. Contohnya, riba dibungkus dengan istilah “bunga ringan”, atau pacaran dianggap “proses mengenal sebelum menikah”.
4. Menciptakan Rasa Putus Asa
Iblis membisikkan bahwa dosa seseorang terlalu besar untuk diampuni, sehingga mereka enggan bertaubat dan merasa tak layak mendekat pada Allah.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Ini Ketentuan Hewan Kurban yang Harus Dipenuhi
5. Membuat Sombong dalam Kebaikan
Merasa diri paling benar dan paling taat bisa jadi jebakan iblis. Ia menanamkan rasa ujub (bangga diri) hingga seseorang meremehkan orang lain yang belum sebaik dirinya.
6. Mengaburkan Kebenaran
Iblis memanfaatkan informasi yang simpang siur untuk membingungkan umat. Akibatnya, banyak orang tersesat karena tidak bisa membedakan antara haq dan batil.
7. Menunda-Nunda Taubat
“Masih muda, masih banyak waktu,” adalah bisikan yang sangat umum. Padahal, ajal bisa datang kapan saja.
Baca Juga: Simak Niat dan Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah, Jangan Sampai Terbalik
Iblis tidak lagi hadir dalam wujud menyeramkan, tapi lewat kecanduan gadget, gaya hidup konsumtif, hingga kesibukan yang membuat kita lupa akhirat.
Mari lebih waspada, introspeksi, dan perbanyak ilmu agar tidak terjerumus dalam jebakan halusnya.
Editor : Miko