Dalam Islam, berbakti kepada orang tua bukan sekadar tuntutan moral, tetapi bagian integral dari keimanan. Al-Qur’an menempatkan perintah menghormati orang tua berdampingan dengan tauhid, sebuah penegasan bahwa kebaikan kepada ibu dan ayah bukan perkara sepele. Setidaknya ada tiga ayat utama yang secara tegas menggarisbawahi pentingnya birrul walidain, atau berbakti kepada kedua orang tua.
1. Al-Isra Ayat 23-24: Jangan Sekadar Tidak Membentak
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu…”
Ayat ini menyandingkan larangan menyekutukan Allah dengan kewajiban berbuat baik kepada orang tua. Ucapan sekecil "ah" pun dilarang, apalagi bentakan. Anak diminta bersikap lembut dan menggunakan kata-kata yang mulia saat berbicara. Tak cukup dengan sopan santun lahiriah, ayat ini juga memerintahkan sikap batin yang penuh kasih.
“Rendahkanlah dirimu terhadap mereka dengan penuh kasih sayang,” lanjut ayat tersebut, disusul dengan doa yang menggetarkan: “Ya Tuhanku, kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku di waktu kecil.”
Menurut tafsir klasik seperti Ibnu Katsir, ini adalah perintah yang berlaku universal—terutama saat orang tua memasuki usia senja dan menjadi rentan secara fisik dan emosional.
Baca Juga: Mengenal Sekte Satanik Modern: Antara Simbol Kebebasan dan Ancaman Spiritual
2. Luqman Ayat 14: Mengingat Peluh Seorang Ibu
Dalam surah Luqman, Allah mengingatkan manusia tentang jasa ibu yang mengandung dalam keadaan lemah berulang-ulang, lalu menyusui selama dua tahun.
“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu,” demikian bunyi ayat itu.
Ayat ini tidak hanya mengajarkan etika keluarga, tetapi juga membentuk kesadaran spiritual: bersyukur kepada Tuhan tak lengkap tanpa bersyukur kepada orang tua.
Uniknya, ayat ini muncul di tengah nasihat Luqman kepada anaknya—sebuah pesan pendidikan moral yang tetap relevan di era digital sekalipun.
3. Al-Ankabut Ayat 8: Batas Ketaatan
Namun, bagaimana jika orang tua menyuruh kepada hal yang bertentangan dengan keyakinan? Al-Qur’an memberi garis tegas:
“Jika keduanya memaksamu mempersekutukan Aku, maka jangan taati mereka…”
Ayat ini tidak melepaskan hormat kepada orang tua, namun memberi batas. Dalam konteks sejarah, ayat ini turun berkenaan dengan Sa’ad bin Abi Waqqash, seorang sahabat Nabi, yang ibunya mengancam mogok makan agar ia meninggalkan Islam. Sa’ad tetap teguh, dan ayat ini hadir sebagai pembelaan atas sikapnya.
Tafsir kontemporer menekankan bahwa Islam menjunjung tinggi ketaatan kepada orang tua, namun tetap mengedepankan akidah sebagai prioritas.
Baca Juga: Jangan Remehkan Air Kencing, Bisa Jadi Sebab Azab Kubur. Begini Penjelasannya
Akhir kata, Al-Qur’an membingkai birrul walidain sebagai bentuk ibadah yang melampaui hubungan darah. Ini adalah amal yang nilainya terus hidup, bahkan setelah kedua orang tua tiada.
Editor : Jauhar Yohanis