Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Ilmu Tanpa Sanad Bagaikan Pohon Tanpa Akar: Mengapa Kita Harus Selektif Memilih Guru?

Dedy Nurhamsyah • Jumat, 13 Maret 2026 | 00:00 WIB

Sanad itu penting dalam berilmu
Sanad itu penting dalam berilmu

JP Radar Nganjuk -  Asing dengan kata 'Sanad'? Berasal dari bahasa Arab yang berarti sandaran atau pegangan. Dalam konteks ilmu Islam, sanad sendiri adalah periwayat atau guru yang menyampaikan ilmu dari sumber yang sebenarnya, yakni Rasulullah SAW, dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Mudahnya, sanad itu seperti suatu ilmu apakah jelas sumbernya. Contohnya kita belajar suatu ilmu dari guru kita, lalu ilmu ini beliau belajar dari guru beliau. Terus seperti itu sampai jelas kalau semua ini sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah SAW.

Baca Juga: Tanda-Tanda Lailatul Qadar: Benarkah Langit Menjadi Tenang Karena Turunnya Malaikat?

Zaman sekarang tidak jarang muncul sosok yang mengaku Ustadz, namun menyampaikan ajaran yang menyimpang dari tuntutan agama. Mereka mengajarkan ilmu tanpa sumber yang jelas, bermain golf, dan sering kali menyasar kalangan usia lanjut yang rentan menerima informasi tanpa verifikasi.

Akibat dari ajaran tanpa sanad bukan hanya kesesatan individu, tetapi juga kerusakan sosial. Berawal dari seseorang yang percaya, kemudian pasti akan menyebar luas kesesatan tersebut. Dalam jangka waktu yang lama, kesesatan ini bisa menjadi masalah serius, dan akan terjadi kesenjangan hebat antar golongan.

Baca Juga: Sejarah Minuman Kopi: Dulu Dikira Ramuan Sihir, Ternyata Diciptakan Ulama Sufi agar Kuat Tahajud

Dalam kitab Muqaddimah Shahih Muslim, Abdullah bin Mubarak RA. mengatakan:

الْإِسْنَادُ مِنَ الدِّينِ وَلَوْلَا الْإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ مَا baiklah

Artinya: "Sanad itu bagian dari agama. Kalau tidak ada sanad, orang akan sesukanya mengatakan apa saja yang dia inginkan."

Imam Al-Nawawi juga mengatakan kalau sanad itu sangat penting, sebagaimana dalam kitab At-Taqrib Al-Nawawi berbunyi:

Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan

Artinya: “Penyampaian ilmu melalui sanad yang sahih adalah penompang agama, dan diatasnya terletak seluruh ilmu yang bermanfaat.”

Baca Juga: Bolehkah Menyentuh Al-Qur'an Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Para Ulama!

Sebenarnya tidak hanya ilmu agama, segala sesuatu harus jelas dari mana sumbernya. Apakah yang dibicarakan sesuai dengan keaslian datanya atau hanya angin lewat. Dalam Al-Qur'an surat Al-Hujurat ayat 6 berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ

Artinya: "wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu."

Ayat ini menegaskan prinsip verifikasi informasi, yang dalam tradisi Islam diwujudkan melalui sanad. Di era digital, prinsip ini semakin relevan, dimana berita hoaks, ajaran sesat, dan informasi tanpa sumber yang jelas tersebar luas. Sanad menjadi filter agar kita tidak terjebak dalam kesesatan.

Baca Juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa 25 Februari 2026 (7 Ramadhan 1447H) di Kabupaten Nganjuk

Bayangkan sebuah agama tanpa sanad, setiap orang bebas berbicara seenaknya tanpa tau kebenarannya. Itulah sebabnya para ulama menyatakan bahwa sanad adalah bagian dari agama. Maka, tugas kita hari ini memastikan ilmu yang kita terima selalu bersandar pada sanad yang sahih.

Penulis adalah Muhammad Iqbal Rasyid, mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.

Editor : rekian
#ulama #Berilmu #Rasullah SAW #Qur an #Sanad Keilmuan