NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ratusan umat Hindu di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret mulai bersiap untuk mengikuti Hari Raya Nyepi. Kemarin (18/3) mereka menggelar Upacara Tawur Agung Kesanga dan Larung Sesaji.
Ketua panitia Hari Raya Nyepi Pura Kerta Bhuwara Giri Wilis Jaselan menerangkan, rangkaian Hari Raya Nyepi di Desa Bajulan sudah dimulai sejak 28 Februari lalu. “Seluruh rangkaian dimulai 28 Februari lalu. Yakni dengan melakukan kerja bakti untuk menyiapkan sarana dan prasarana sembahyang,” ujarnya.
Kegiatan lalu dilanjutkan kemarin (18/3). Dimulai dengan Upacara Mendak Tirta yang dilakukan pukul 05.00 WIB. Kegiatan tersebut diadakan di Sumber Air Merambat Roro Kuning.
Kegiatan lalu dilanjutkan dengan Sembahyang Melasti. Kegiatan sembahyang itu dilakukan pukul 06.00 WIB di Pura Kerta Bhuwara Kerta Wilis. Sedangkan di siang hari, mulai pukul 13.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Tawur Agung Kesanga dan Larung Sesaji.
Upacara Tawur Agung Kesanga sendiri adalah upacara pawai ogoh-ogoh. Pawai tersebut dimulai dari Pura Kerta Bhuwara Kerta Wilis menuju Monumen Jenderal Sudirman.
Sesampainya di monumen, ratusan umat hindu di Desa Bajulan, itu lalu melakukan sembahyang. Selang beberapa menit, ogoh-ogoh yang telah dikirap itu lalu dibakar. Lokasi pembakaran ogoh-ogoh itu berada di sungai sebelah barat monumen. Setelah dibakar, ogoh-ogoh itu lalu dilarung ke sungai. Dengan maksud untuk membakar dan membuang energi negatif yang ada di alam.
Jaselan mengatakan, kirap ogoh-ogoh memiliki sebuah filosofi. Yaitu ogoh-ogoh yang diibaratkan sebagai media penyerapan hal-hal negatif di alam. Selama dikirap, umat Hindu percaya ogoh-ogoh itu akan menyerap hal negatif. Saat dibakar, artinya hal-hal negatif itu akan hilang.
“Dengan energi negatif dibakar, artinya kami siap melakukan Nyepi,” tambahnya.
Lebih lanjut Nyuwito mengatakan, sesuai jadwal, hari ini (19/3), umat Hindu di Kabupaten Nganjuk akan melaksanakan Catur Brata Penyepian. Dimulai pada pukul 06.00 WIB.
Proses penyepian itu berlangsung selama 24 jam. Lalu keesokan harinya dilanjutkan dengan upacara Ngepak Geni. Kegiatan itu juga berlangsung di Pura Kerta Bhuwara Giri Wilis.
Editor : rekian