RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM- Kabar duka menyelimuti persiapan musim haji tahun ini di Kabupaten Nganjuk setelah seorang calon jemaah haji (CJH) dinyatakan gagal berangkat. Almarhumah adalah Purwani, warga Dusun Bomo, Desa Duren, Kecamatan Sawahan, yang mengembuskan napas terakhir sebelum jadwal keberangkatan tiba.
Dengan berpulangnya perempuan berusia 64 tahun tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Zainal Abidin Hanif Kamaloddin, mengonfirmasi bahwa jumlah jemaah yang tersisa kini menjadi 731 orang.
Terkait kelayakan keberangkatan, Hanif menjelaskan bahwa pihak Kementerian Agama tidak memiliki kewenangan untuk menentukan status kesehatan jemaah. Keputusan mengenai apakah seorang jemaah layak terbang atau tidak sepenuhnya berada di tangan Dinas Kesehatan.
Tugas Kementerian Agama lebih berfokus pada fasilitasi administrasi serta persiapan teknis keberangkatan ke Tanah Suci. Meski data saat ini berjumlah 731 orang, Hanif menekankan bahwa angka tersebut masih bersifat dinamis. Perubahan data masih sangat mungkin terjadi menjelang hari keberangkatan, baik karena alasan kesehatan, kendala administrasi, maupun faktor mendesak lainnya.
Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dan pemutakhiran data guna memastikan jumlah pasti jemaah yang akan berangkat dalam waktu dekat. Sebagai langkah persiapan akhir, para jemaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik dengan maksimal agar tetap bugar saat hari keberangkatan.
Selain faktor kesehatan, jemaah juga diingatkan untuk mematuhi aturan terkait barang bawaan serta disiplin terhadap seluruh prosedur yang telah disosialisasikan. Harapannya, seluruh rangkaian ibadah haji bagi warga Kabupaten Nganjuk tahun ini dapat terlaksana dengan tertib dan lancar.
Editor : rekian