Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Ratusan CJH Nganjuk Masuk Risiko Tinggi

Novanda Nirwana • Sabtu, 18 April 2026 | 21:59 WIB
Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Nganjuk menjalani tes kebugaran
Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Nganjuk menjalani tes kebugaran

 

RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM– Ratusan Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Nganjuk tahun ini masuk kategori risiko tinggi (risti). Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Nganjuk mencatat, jumlah CJH risti mencapai 538 orang. Dengan rincian risti berat 163 orang, risti sedang 161 orang, dan risti ringan 214 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk dr Tien Farida Yani melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Latifah Hanim menjelaskan, penentuan status risti dilakukan berdasarkan hasil diagnosis medis yang ketat dan menyeluruh. “Penentuan CJH risti atau tidak itu dilihat dari hasil diagnosis. Pemeriksaan kesehatannya sangat detail, mulai ujung rambut sampai ujung kaki,” ujarnya.

Menurut Latifah, mayoritas CJH risti didominasi oleh kelompok lanjut usia (lansia). Di antaranya hipertensi, diabetes melitus, serta gangguan jantung. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus karena berpotensi memperburuk kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah haji.

Sebagai langkah antisipasi, dinkes memastikan setiap CJH risti akan dibekali obat-obatan sesuai dengan penyakit yang diderita. Selain itu, para jemaah juga diwajibkan melakukan kontrol kesehatan secara rutin sebelum keberangkatan.

“Untuk CJH risti, paling harus rutin kontrol. Karena kebanyakan lansia, mereka juga kami arahkan agar menjaga kondisi tubuh supaya penyakitnya tidak kambuh,” jelas Latifah.

Edukasi kesehatan juga terus diberikan kepada para jemaah, terutama terkait pentingnya menjaga kebugaran. Di antaranya dengan rutin berolahraga, mencukupi waktu istirahat, serta mengatur pola makan.

Selain faktor kondisi tubuh, cuaca ekstrem di Arab Saudi juga menjadi perhatian. Perbedaan suhu yang cukup signifikan dinilai dapat memengaruhi kondisi kesehatan CJH, khususnya yang masuk kategori risti. “Cuaca di sana tentu sangat berpengaruh, terutama bagi jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu,” imbuh Latifah.

Untuk meningkatkan perlindungan kesehatan, Dinkes Nganjuk juga memberikan vaksin influenza kepada para CJH. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan risiko penularan penyakit selama pelaksanaan ibadah haji.

Dengan berbagai upaya tersebut, Latifah berharap, seluruh CJH, khususnya yang masuk kategori risiko tinggi, tetap dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan aman. Sehingga, mereka bisa menjadi haji mabrur. (nov/tyo)

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Ratusan Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Nganjuk tahun ini masuk kategori risiko tinggi (risti). Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Nganjuk mencatat, jumlah CJH risti mencapai 538 orang. Dengan rincian risti berat 163 orang, risti sedang 161 orang, dan risti ringan 214 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk dr Tien Farida Yani melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Latifah Hanim menjelaskan, penentuan status risti dilakukan berdasarkan hasil diagnosis medis yang ketat dan menyeluruh. “Penentuan CJH risti atau tidak itu dilihat dari hasil diagnosis. Pemeriksaan kesehatannya sangat detail, mulai ujung rambut sampai ujung kaki,” ujarnya.

Menurut Latifah, mayoritas CJH risti didominasi oleh kelompok lanjut usia (lansia). Di antaranya hipertensi, diabetes melitus, serta gangguan jantung. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus karena berpotensi memperburuk kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah haji.

Sebagai langkah antisipasi, dinkes memastikan setiap CJH risti akan dibekali obat-obatan sesuai dengan penyakit yang diderita. Selain itu, para jemaah juga diwajibkan melakukan kontrol kesehatan secara rutin sebelum keberangkatan.

“Untuk CJH risti, paling harus rutin kontrol. Karena kebanyakan lansia, mereka juga kami arahkan agar menjaga kondisi tubuh supaya penyakitnya tidak kambuh,” jelas Latifah.

Edukasi kesehatan juga terus diberikan kepada para jemaah, terutama terkait pentingnya menjaga kebugaran. Di antaranya dengan rutin berolahraga, mencukupi waktu istirahat, serta mengatur pola makan.

Selain faktor kondisi tubuh, cuaca ekstrem di Arab Saudi juga menjadi perhatian. Perbedaan suhu yang cukup signifikan dinilai dapat memengaruhi kondisi kesehatan CJH, khususnya yang masuk kategori risti. “Cuaca di sana tentu sangat berpengaruh, terutama bagi jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu,” imbuh Latifah.

Untuk meningkatkan perlindungan kesehatan, Dinkes Nganjuk juga memberikan vaksin influenza kepada para CJH. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan risiko penularan penyakit selama pelaksanaan ibadah haji.

Dengan berbagai upaya tersebut, Latifah berharap, seluruh CJH, khususnya yang masuk kategori risiko tinggi, tetap dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan aman. Sehingga, mereka bisa menjadi haji mabrur. (nov/tyo)

Editor : rekian
#jemaah risiko tinggi #haji kabupaten nganjuk #cjh #Haji 2026