RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM – Menjelang keberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci, nilai tukar mata uang Riyal Arab Saudi (SAR) menunjukkan tren penguatan yang signifikan terhadap Rupiah (IDR). Berdasarkan data pergerakan pasar selama sebulan terakhir (8 April – 8 Mei 2026), mata uang tersebut telah naik sebesar 1,72%.
Tren Kenaikan Kurs
Kenaikan ini setara dengan Rp77,66 per satu Riyal. Jika pada awal April kurs berada di angka Rp4.526,41, kini posisinya telah menyentuh Rp4.604,07. Fenomena ini sejatinya merupakan siklus tahunan yang dipicu oleh lonjakan permintaan SAR dari jutaan jemaah di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Dampak Langsung bagi Jemaah
Menguatnya Riyal tentu berdampak pada "uang saku" dan biaya operasional jemaah selama di Arab Saudi. Kenaikan 1,72% ini secara matematis menambah beban pengeluaran jemaah jika dikonversikan dari Rupiah.
Sebagai gambaran, untuk biaya akomodasi atau kebutuhan tertentu senilai 434 SAR, jemaah kini harus merogoh kocek lebih dalam sekitar Rp2.000.000 dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga: Khofifah Cek Sapi Kurban di Nganjuk. Pastikan Stok Aman Jelang Idul Adha
Jemaah sangat disarankan untuk melakukan penukaran uang di bank atau agen resmi di Indonesia sebelum keberangkatan. Hal ini bertujuan untuk menghindari kurs di Saudi Central Bank yang bisa mencapai angka Rp4.761,90 per SAR, jauh lebih tinggi dibanding kurs domestik.
Tips Transaksi Aman di Tanah Suci
Agar ibadah tetap tenang tanpa terbebani selisih kurs yang tinggi, jemaah dapat mengikuti langkah berikut:
-
Tukar Secukupnya di Tanah Air: Siapkan uang tunai Riyal dalam nominal kecil untuk kebutuhan mendesak saat tiba di bandara.
-
Gunakan Kartu Debit/Kredit: Banyak gerai di Mekkah dan Madinah menerima pembayaran non-tunai dengan kurs kompetitif.
-
Pantau Kurs Harian: Tetap update dengan informasi harga valas agar bisa melakukan penukaran di waktu yang tepat.
Baca Juga: Sepi Pembeli Usai Idul Adha, Pedagang Daging di Nganjuk Nyaris Merugi! Ini Jurus Daruratnya
Dengan manajemen keuangan yang baik, diharapkan para jemaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah haji dengan khusyuk tanpa terkendala masalah finansial akibat fluktuasi mata uang.