RADARNGANJU.JAWAPOS.COM- Idul Adha identik dengan Lebaran Haji dan ibadah kurban yang menjadi salah satu syariat penting dalam Islam. Momentum ini tidak hanya bermakna religius, tetapi juga mengandung nilai sosial, kemanusiaan, hingga pendidikan multikultural bagi umat.
Kata Idul Adha sendiri berasal dari dua kata, yakni “‘id” dan “adha”. “‘Id” berasal dari kata ‘aada-ya’uudu yang berarti kembali atau berulang, sedangkan “adha” bermakna kurban. Disebut hari raya karena perayaannya kembali hadir setiap tahun sebagai pengingat akan nilai pengorbanan dan keikhlasan.
Dalam perayaan Idul Adha, umat Islam mengenang kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai simbol ketaatan mutlak kepada Allah SWT. Dari kisah tersebut, ibadah kurban menjadi lambang kepedulian sosial dan bentuk ketakwaan seorang hamba.
Makna Idul Adha dalam Kehidupan Modern
Idul Adha Bukan Sekadar Ritual Keagamaan
Makna Idul Adha tidak hanya tentang penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, Idul Adha menjadi pengingat pentingnya berbagi kepada sesama, terutama masyarakat yang membutuhkan.
Di era modern, semangat berkurban juga dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial, donasi kemanusiaan, hingga mempererat solidaritas antarwarga. Karena itu, Idul Adha tetap relevan lintas generasi.
Baca Juga: Khofifah Cek Sapi Kurban di Nganjuk. Pastikan Stok Aman Jelang Idul Adha
Takbiran Idul Adha Jadi Tradisi Penuh Kekhidmatan
Malam sebelum Idul Adha biasanya diwarnai tradisi takbiran Idul Adha. Kumandang takbir menggema di masjid, musala, hingga jalanan sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Tradisi ini juga menjadi momentum kebersamaan masyarakat dalam menyambut hari raya dengan penuh suka cita dan rasa syukur.
Baca Juga: Sepi Pembeli Usai Idul Adha, Pedagang Daging di Nganjuk Nyaris Merugi! Ini Jurus Daruratnya
Ciri Hewan Kurban Idul Adha yang Sehat
Memilih hewan kurban Idul Adha yang sehat sangat penting agar ibadah kurban sah dan daging yang dibagikan aman dikonsumsi masyarakat.
Berikut ciri-ciri hewan kurban sehat dari aspek fisik dan perilaku seperti yang disadur dari mui.or.id :
1. Aktif dan Responsif
Hewan ternak sehat bergerak lincah, tidak lesu, serta responsif terhadap suara atau gerakan di sekitarnya.
2. Nafsu Makan dan Minum Baik
Hewan sehat memiliki nafsu makan tinggi dan minum dengan baik. Jika hewan datang ke lokasi pemotongan H-2, ternak masih dapat diberi pakan. Namun jika datang beberapa jam sebelum penyembelihan, cukup diberi air minum.
3. Rambut dan Kulit Sehat
Rambut terlihat bersih, halus, mengilap, dan tidak kusam. Kulit juga elastis serta tidak memiliki luka maupun cacat fisik.
Kulit hewan sehat biasanya kembali normal setelah ditarik.
4. Mata Jernih dan Cerah
Sorot mata tampak tajam, bersih, tidak berair, dan tidak terdapat kotoran. Pupil mata juga bereaksi terhadap cahaya atau gerakan.
5. Hidung dan Mulut Bersih
Hidung dan mulut terlihat lembap, bersih, serta tidak mengeluarkan lendir berlebihan maupun bau tidak sedap.
6. Feses Normal
Kotoran hewan memiliki tekstur normal, tidak terlalu cair atau terlalu keras.
7. Suhu Tubuh dan Tanda Vital Normal
Suhu tubuh normal berkisar 38,5–39 derajat Celsius dengan frekuensi napas sekitar 20–30 kali per menit dan denyut nadi 50–60 kali per menit.
8. Perilaku Sosial Baik
Hewan sehat biasanya tidak menyendiri dan tetap berada dalam kelompoknya.
9. Bentuk Tubuh Sempurna
Tubuh tampak proporsional, berdiri tegak, kaki lengkap, serta tidak mengalami pembengkakan pada bagian perut.
Baca Juga: Warga Nganjuk Antusias Salat Idul Adha, Masjid Agung Terima Sapi Kurban dari Presiden Prabowo
Pemeriksaan Hewan Kurban Idul Adha Sangat Penting
Jika masyarakat kesulitan mengenali kondisi kesehatan ternak, panitia kurban disarankan memastikan hewan telah melalui pemeriksaan ante mortem dan post mortem oleh petugas berwenang.
Pemeriksaan ini penting untuk memastikan hewan layak disembelih dan aman dikonsumsi.
Baca Juga: Rayakan Idul Adha, RSD Nganjuk Membagikan 1.350 Paket Daging Kurban
Menu Kurban Favorit Saat Idul Adha
Selain ibadah kurban, Idul Adha juga identik dengan berbagai olahan daging yang menggugah selera. Beberapa menu kurban favorit masyarakat antara lain:
-
Sate kambing
-
Gulai sapi
-
Tongseng
-
Rendang
-
Sop iga
-
Tengkleng
Meski begitu, masyarakat tetap dianjurkan mengolah daging secara higienis dan tidak berlebihan dalam konsumsi.
Hikmah Idul Adha bagi Kehidupan Sosial
Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Pembagian daging kurban menjadi simbol pemerataan kebahagiaan, terutama bagi masyarakat kurang mampu.
Karena itu, makna Idul Adha tidak hanya dirasakan secara spiritual, tetapi juga sosial dan kemanusiaan.
Editor : rekian