NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Jemaah haji asal Kabupaten Nganjuk harus berjuang ekstrakeras saat lempar jumrah. Karena suhu panas menyerang Arab Saudi.
Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Nganjuk Luqman Surya mengatakan, imbauan tersebut diberikan karena suhu di Arab Saudi pada siang hari bisa mencapai 45 derajat celsius. Kondisi itu dinilai cukup berat bagi jemaah Indonesia, terutama jemaah lanjut usia.
“Pukul 17.00 WIB, Arab Saudi setelah salat Ashar diimbau untuk lempar jumrah. Kalau siang hari panasnya bisa mencapai 45 derajat,” ujarnya.
Menurut Luqman, suhu panas membuat jemaah asal Indonesia, termasuk dari Nganjuk, kurang cocok menjalankan aktivitas berat pada siang hari.
“Untuk orang Indonesia khususnya jemaah dari Nganjuk kurang cocok kalau siang karena terlalu panas,” tambahnya.
Luqman menjelaskan, hingga kemarin (28/5) sebagian jemaah masih menjalani mabit atau bermalam di Mina. Namun, sebagian lainnya memilih tanazul, yakni kembali ke hotel di Mekkah karena pertimbangan kondisi kesehatan dan jarak tempuh.
“Ada yang masih mabit di Mina, ada juga yang tanazul kembali ke hotel karena jarak hotel jemaah Nganjuk sekitar satu kilometer lebih,” katanya.
Menurutnya, langkah tersebut diambil terutama bagi jemaah dengan risiko kesehatan tinggi agar tidak terlalu kelelahan saat harus berjalan menuju lokasi lempar jumrah.
“Jadi lebih baik yang risiko tinggi kembali ke hotel. Kalau yang kondisinya kuat tetap berangkat lempar jumrah dari tenda Mina,” jelasnya.
Luqman menyebut jarak antara tenda Mina menuju lokasi lempar jumrah mencapai sekitar lima kilometer. Sementara apabila kembali ke hotel, jarak yang ditempuh jemaah hanya sekitar 1,2 kilometer sehingga dinilai lebih aman bagi jemaah lansia maupun yang memiliki riwayat sakit.
Meski demikian, kondisi jemaah haji asal Nganjuk secara umum dilaporkan baik. Beberapa jemaah memang sempat mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan dan rangkaian ibadah haji, namun seluruhnya telah mendapat penanganan dari tim kesehatan.
“Jemaah Nganjuk saat ini sehat-sehat. Memang waktu perjalanan ada yang sakit, tapi sudah teratasi semua,” pungkasnya. (nov/tyo)