NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Ratusan jemaah haji asal Kota Angin melakukan city tour kemarin. Mereka ke Thaif. “Kami city tour ke Thaif selama dua hari,” ujar Ketua Rombongan Haji Daerah (PHD) Nganjuk Luqman Surya.
Di Thaif, rombongan mengunjungi museum. Thaif dikenal sebagai salah satu kota bersejarah dalam perjalanan dakwah Islam. Kota yang berada di dataran tinggi itu memiliki udara lebih sejuk dibanding kawasan Makkah, sehingga menjadi salah satu tujuan yang banyak dikunjungi.
Sayang, kondisi jemaah haji Kota Angin tidak fit 100 persen. Luqman mengatakan, mayoritas jemaah haji mengalami sakit flu dan batuk. Beruntung, sakit yang diderita tergolong ringan. Sehingga, tidak ada jemaah yang harus dirawat di rumah sakit. “Perubahan cuaca dan padatnya jadwal membuat jemaah mudah terserang flu dan batuk,” jelas Luqman.
Menurut Luqman, city tour tersebut untuk memberikan pengalaman baru bagi jemaah. Ini juga menjadi momen mempererat kebersamaan antarjemaah.
Karena itu, suasana makan bersama dibuat sederhana dan penuh kekeluargaan. Para jemaah menikmati hidangan secara bersama-sama dengan nuansa seperti kehidupan santri di pesantren.
Selain itu, city tour tersebut diharapkan dapat menjadi penyegar bagi jemaah setelah menjalani aktivitas ibadah yang cukup padat. Selain itu, setiap pagi jemaah juga dilakukan pengecekan kesehatan secara berkala oleh petugas.
“Harapannya jemaah tetap sehat sampai pulang ke Nganjuk,” ujar Luqman.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Nganjuk Hanif Kamaloddin mengatakan, jemaah haji Kabupaten Nganjuk yang tersisa di Tanah Suci sebanyak 730 orang. Hal ini karena dua jemaah meninggal dunia dan satu jemaah pulang duluan karena sakit. Jemaah haji yang meninggal dunia adalah Ahmad Tarsim, warga Desa Katerban, Kecamatan Baron dan Komariyah Soeratman, warga Desa Waung, Kecamatan Baron. Sedangkan, untuk satu jemaah haji yang pulang duluan adalah Siti Istiyah, warga Watudandang, Kecamatan Prambon. “Untuk 730 jemaah haji akan pulang ke Nganjuk pada 30 Juni dan 1 Juli 2026,” ujarnya. (nov/tyo)
Editor : rekian