MAKKAH, RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM- Aris Nasution, Kepala MTs Aisyiyah 1 Nganjuk merupakan jemaah haji kloter 112 Surabaya. Selama di Tanah Suci, dia aktif membagikan perkembangan kegiatan jemaah melalui akun TikTok-nya @arnasnganjuk.
Dari laporan rutin yang diunggah, salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika Aris membantu mendorong jemaah tertua di kloternya yaitu Marsyiah. Perempuan lanjut usia (lansia) yang ikut menjalankan ibadah haji menggunakan kursi roda.
Baca Juga: 730 Jemaah Haji Nganjuk City Tour ke Thaif
Meski sudah berusia lanjut, Marsyiah tetap menunjukkan semangat tinggi saat menunaikan ibadah haji. Aris mengatakan tindakan sederhana itu bisa menjadi contoh dan motivasi bagi jemaah yang lebih muda.
“Ini bisa menjadi motivasi bagi yang masih muda,” ujar Aris, menekankan pentingnya saling tolong dan keteladanan dalam melaksanakan ibadah bersama.
Baca Juga: Satu Jemaah Haji Pulang Duluan
Selain membantu secara fisik, Aris juga mengajak jemaah lansia untuk khusyuk saat beribadah. Dalam unggahannya, ia tak hanya merekam momen-momen ibadah tetapi juga memberikan informasi praktis terkait kegiatan jemaah Indonesia selama berada di tanah suci.
Konten-konten tersebut mendapat respons positif karena menyajikan sisi kemanusiaan dan aspek pembelajaran bagi keluarga di tanah air. Salah satu aktivitas yang sempat dibagikan Aris adalah momen jemaah Indonesia yang keluar dari Terowongan Mina usai melempar jumrah.
Baca Juga: Satu Lagi Jemaah Haji Nganjuk Tutup Usia di Tanah Suci
Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah, banyak jemaah memilih singgah ke kedai penjualan kebab Turki di sekitar lokasi. Menurut Aris, kebab sudah sangat familiar di lidah orang Indonesia sehingga menjadi pilihan makanan yang populer di antara para jemaah.
Dengan gaya pelaporan yang hangat dan informatif, akun @arnasnganjuk membantu masyarakat di Nganjuk dan sekitarnya mengikuti perjalanan spiritual para jemaah haji. Kisah-kisah seperti dorongan bagi Mbah Marsyiah mengingatkan pada nilai gotong royong dan penghormatan terhadap lansia dalam tradisi umat Islam Indonesia.
Editor : rekian