NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Jemaah haji asal Kabupaten Nganjuk mulai menjalani proses kepulangan ke Tanah Air. Sebelum menuju bandara, koper besar milik jemaah terlebih dahulu dilakukan pengecekan dan penimbangan di pelataran hotel tempat jemaah menginap di Madinah.
Pembimbing Ibadah Haji Daerah (PHD) Haji Nganjuk Luqman Surya mengatakan, proses penimbangan dilakukan oleh ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom) untuk memastikan berat koper sesuai ketentuan sebelum dibawa ke bandara.
“Di pelataran hotel, ketua regu dan ketua rombongan melakukan penimbangan koper jemaah haji sebelum dibawa ke bandara,” ujarnya.
Menurutnya, dari hasil pengecekan tersebut terdapat beberapa koper jemaah yang mengalami kelebihan berat. Salah satunya kelebihan sekitar 1,5 kilogram sehingga harus dilakukan pembongkaran dan penataan ulang barang bawaan.
“Ada koper jemaah yang kelebihan sekitar 1,5 kilo. Jadi, harus dibongkar dan ditimbang ulang,” jelasnya.
Luqman memastikan, seluruh koper jemaah sudah selesai menjalani proses penimbangan. Dengan demikian, saat tiba di bandara koper tidak perlu lagi melalui penimbangan ulang, namun tetap akan menjalani pemeriksaan isi barang bawaan.
“Ini sudah dilakukan penimbangan. Jadi nanti saat masuk bandara tidak ditimbang lagi, hanya ada pemeriksaan isinya apa,” katanya.
Jemaah haji Nganjuk dijadwalkan berangkat dari Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz pada Selasa (30/6) pukul 04.40 waktu Arab Saudi (WAS). Nantinya, usai tiba di Indonesia, ratusan jemaah haji akan dibawa ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Di sana akan dilakukan pemeriksaan kesehatan ulang. Setelah itu, baru jemaah pulang ke Nganjuk.
Luqman menambahkan, kondisi jemaah saat ini dalam keadaan baik. Mereka siap mengikuti proses kepulangan setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. (nov/tyo)
Editor : rekian