Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah

Hujan Air Mata Warnai Kedatangan 730 Jemaah Haji 

Novanda Nirwana • Rabu, 1 Juli 2026 | 17:53 WIB
Hujan Air Mata Warnai Kedatangan 730 Jemaah Haji 
Hujan Air Mata Warnai Kedatangan 730 Jemaah Haji 

 

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Hujan air mata mewarnai kedatangan 730 jemaah haji asal Kabupaten Nganjuk. Kepulangan mereka berlangsung dalam tiga kelompok terbang (kloter) dan disambut langsung oleh Bupati Nganjuk di Pendapa KRT Sosro Koesoemo, Rabu (1/7).
Pantauan wartawan koran ini, kepulangan ratusan jemaah haji tersebut disambut haru oleh keluarga yang memadati kawasan pendapa. Tangis bahagia dan pelukan hangat mewarnai pertemuan kembali setelah lebih dari sebulan menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Dari total 733 jemaah haji yang berangkat, dua orang meninggal dunia di Tanah Suci. Sementara satu jemaah telah lebih dulu dipulangkan karena sakit. Sehingga, total jemaah yang tiba bersama rombongan sebanyak 730 orang.
Kloter 112 menjadi rombongan pertama yang tiba di Pendapa sekitar pukul 01.15 WIB dengan membawa 210 jemaah. Disusul kloter 113 pada pukul 08.45 WIB, kemudian kloter 114 sebagai rombongan terakhir.
Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk menyampaikan rasa syukur atas kepulangan para tamu Allah dalam keadaan selamat. Dia berharap pengalaman spiritual selama berhaji membawa perubahan positif bagi kehidupan para jemaah.
“Saya mengucapkan selamat datang dan kembali ke kampung halaman. Saya yakin sepulang haji rezekinya semakin bertambah dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.
Sementara itu, Petugas Haji Kabupaten Nganjuk Sri Hanik memastikan proses kepulangan seluruh jemaah berjalan lancar. Mulai dari penjemputan di Bandara Juanda hingga tiba di Pendapa KRT Sosrokoesoemo tidak menemui kendala berarti.
Meski demikian, seorang jemaah memerlukan penanganan khusus saat tiba di Nganjuk dan langsung dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.
“Alhamdulillah semua jemaah sampai tujuan dengan lancar. Tadi memang ada satu jemaah yang dibawa menggunakan ambulans karena perlu penanganan medis,” jelas Sri.
Kebahagiaan juga dirasakan para jemaah yang akhirnya bisa berkumpul kembali dengan keluarga. Salah satunya adalah Ien Suhartini, 50, warga Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang. Selama berada di Arab Saudi, dia mengaku seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.
“Alhamdulillah semuanya lancar,” katanya.
Sebagai bentuk kasih sayang kepada keluarga, Ien membawa tujuh boneka sebagai oleh-oleh untuk cucu-cucunya. Dia mengaku paling merindukan masakan rumahan selama berada di Tanah Suci.
“Yang paling saya kangen itu sayur asam sama sambal teri,” ujarnya. (nov/tyo)

Editor : rekian
#jemaah nganjuk #kepulangan haji #jemaah haji