Gus Ipul: Muktamar NU ke-35 Bahas 2 Opsi Pemilihan Ketum PBNU, Keputusan di Tangan Muktamirin

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 05:07 WIB
Suasana Muktamar ke-35 NU yang diselenggarakan di Jombang.
Suasana Muktamar ke-35 NU yang diselenggarakan di Jombang.(Foto M Asad MS)
 
JOMBANG, radarnganjuk.jawapos.com – Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) diperkirakan bakal berlangsung makin dinamis dan hangat saat memasuki agenda sidang komisi.
 
Salah satu topik utama yang paling menyita perhatian adalah penentuan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan bahwa perdebatan strategis terkait tata cara pemilihan ketua umum ini merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU sebelumnya. Dalam forum tersebut, mengemuka dua opsi skema pemilihan.
 
Baca Juga: PCNU Nganjuk dan Partisipasi pada Muktamar Ke-35 NU

Opsi pertama tetap mempertahankan sistem lama, yaitu mekanisme one man one vote di mana pemilik suara memilih langsung calon ketua umum. Kandidat yang berhasil mengantongi batas minimal suara dapat melaju ke tahap berikutnya setelah mengantongi restu Rais Aam.
 
Sementara itu, opsi kedua mengusulkan agar setiap PWNU dan PCNU menyodorkan lima nama kandidat, lalu nama-nama peraih suara terbanyak akan diserahkan langsung kepada Rais Aam untuk dipilih. Gus Ipul menegaskan seluruh opsi tersebut masih berupa usulan dan keputusan mutlak berada di tangan para muktamirin.
 
Baca Juga: Buka Muktamar ke-35 NU! Prabowo Sebut Pemerintah Tak Bisa Sendiri, Butuh NU dan Muhammadiyah

Isu krusial lain yang turut dibahas dalam Komisi Organisasi adalah aturan terkait rangkap jabatan bagi pengurus NU di luar struktur organisasi.
 
Pembahasan ini menimbang apakah batasan rangkap jabatan tetap berlaku khusus untuk jajaran inti seperti Rais Aam, Ketua Umum, beserta para wakilnya, atau diperluas ke jajaran pengurus lainnya.
 
Seluruh materi ini ditegaskan telah melalui proses panjang dan bukan usulan yang muncul mendadak.
 
Baca Juga: Prabowo Singgung Mandataris Rakyat, Sebut Peran Muhammadiyah & NU di Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama

Menghadapi potensi adu argumen yang tajam, Gus Ipul mengimbau para peserta muktamar untuk tetap menjaga suasana yang sejuk dan penuh kegembiraan. Menurutnya, tradisi silang pendapat dan dialektika pemikiran sudah menjadi ciri khas NU sejak dulu.
 
Terlebih dengan lokasi muktamar yang sarat nilai historis dan spiritual di dekat makam para muassis NU, perdebatan yang terjadi diharapkan tetap berujung pada kebersamaan dan membawa keberkahan bagi organisasi.
Editor : rekian
Nahdlatul ulama mukmatar nu gus ipul saifullah yusuf pbnu