Serba Angka Delapan di Pembukaan Muktamar NU, Presiden Prabowo: Saya Tidak Mengatur Ini Semua

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 05:36 WIB
Presiden Prabowo saat tiba di lokasi Muktamar NU.(Foto M Asad MS)
Presiden Prabowo saat tiba di lokasi Muktamar NU.(Foto M Asad MS)
 

JOMBANG, radarnganjuk,jawapos.com – Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8), berlangsung meriah sekaligus penuh canda.
 
Suasana hangat tercipta ketika sejumlah tokoh NU ramai-ramai melontarkan 'otak-atik gathuk' atau ilmu mencocokkan angka pelaksanaan muktamar dengan sosok Presiden RI Prabowo Subianto.
 
Baca Juga: Gus Ipul: Muktamar NU ke-35 Bahas 2 Opsi Pemilihan Ketum PBNU, Keputusan di Tangan Muktamirin

Momen unik tersebut bermula dari Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Hasib Wahab Chasbullah.
 
Sebelum memimpin doa di hadapan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Gus Hasib menguraikan keistimewaan tanggal pembukaan muktamar, yakni 27 Agustus 2026.
 
Baca Juga: PCNU Nganjuk dan Partisipasi pada Muktamar Ke-35 NU
 
Menurutnya, angka 2 dan 7 pada tanggal 27 jika dijumlahkan menghasilkan angka 9, persis seperti jumlah bintang pada lambang NU.

Kecocokan angka berlanjut pada bulan Agustus yang merupakan bulan ke-8, serta dua digit terakhir tahun 2026 (2+6) yang juga menghasilkan angka 8.
 
Bagi Gus Hasib, deretan angka delapan ini sangat istimewa karena identik dengan Prabowo yang menjabat sebagai Presiden RI ke-8.
 
Baca Juga: Buka Muktamar ke-35 NU! Prabowo Sebut Pemerintah Tak Bisa Sendiri, Butuh NU dan Muhammadiyah
 
Ia pun berseloroh bahwa perhelatan akbar kali ini merupakan muktamarnya Pak Prabowo berkat ilmu otak-atik ala Tambakberas.

Kecocokan itu diperkuat oleh Ketua Panitia Muktamar NU ke-35 Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Menteri Sosial tersebut menambahkan bahwa angka 3 dan 5 pada Muktamar ke-35 bila digabungkan juga bernilai 8.
 
Hal ini dianggap sangat selaras dengan kehadiran Presiden RI ke-8 yang membuka langsung agenda besar para nahdliyin tersebut.
 
Baca Juga: Prabowo Singgung Mandataris Rakyat, Sebut Peran Muhammadiyah & NU di Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama

Menanggapi deretan hitungan itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf ikut melempar guyonan serupa. Gus Yahya bahkan mulai menyinggung Muktamar ke-36 yang akan digelar pada 2031 mendatang, sembari melontarkan harapan agar muktamar lima tahun lagi tetap bisa dibuka kembali oleh Prabowo.

Mendengar berbagai tafsir angka tersebut, Presiden Prabowo Subianto meresponsnya dengan santai dan penuh tawa saat memberikan sambutan.
 
Prabowo menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah merencanakan atau mengatur deretan angka yang serba cocok itu, melainkan hanya menerima suasana hangat yang tercipta.
 
Baca Juga: Prabowo Singgung Mandataris Rakyat, Sebut Peran Muhammadiyah & NU di Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama

Tak mau kalah, mantan Danjen Kopassus itu ikut mengutak-atik angka Muktamar ke-36 di tahun 2031 yang sempat disinggung Gus Yahya.
 
Dari hitungan Prabowo, penjumlahan angka 36 (3+6=9) dan tahun 31 (3+1=4) menghasilkan angka 13. Prabowo mengungkapkan bahwa sepanjang perjalanan hidupnya, angka 8 dan 13 memang selalu hadir menyertai langkahnya.
 
Meski demikian, ia enggan larut terlalu jauh dan memilih memasrahkan segala takdir pada kehendak Tuhan Yang Maha Esa.
Editor : rekian
Muktamar Nu Yahya Cholil Staquf gus ipul Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Presiden Prabowo