Update Muktamar NU: Opsi AHWA Menang Telak, Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU Resmi Berubah

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 08:17 WIB
Hasil voting penetapan Ketua PBNU menggunakan opsi AHWA.
Hasil voting penetapan Ketua PBNU menggunakan opsi AHWA.(FOTO: M Asad MS).

 

JOMBANG, radarnganjuk.jawapos.com – Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU dipastikan menggunakan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Keputusan tersebut mengemuka setelah voting yang berlangsung hingga Minggu (30/8) dini hari memenangkan opsi perubahan mekanisme dengan suara mayoritas.

Baca Juga: Serba Angka Delapan di Pembukaan Muktamar NU, Presiden Prabowo: Saya Tidak Mengatur Ini Semua

Dari total suara sah yang masuk, sebanyak 401 peserta menyetujui perubahan mekanisme pemilihan ketua umum.

Sementara itu, 150 suara memilih untuk mempertahankan sistem yang selama ini berlaku, dan 1 suara dinyatakan tidak sah.

Baca Juga: Gus Ipul: Muktamar NU ke-35 Bahas 2 Opsi Pemilihan Ketum PBNU, Keputusan di Tangan Muktamirin

Hasil final tersebut disampaikan oleh M Nuh selaku Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU sekitar pukul 00.50 WIB, Minggu (30/8).

Voting digelar setelah pembahasan di Komisi Organisasi menemui jalan buntu terkait mekanisme one man one vote maupun AHWA.

Baca Juga: PCNU Nganjuk dan Partisipasi pada Muktamar Ke-35 NU

"401 menyetujui untuk dilakukan perubahan mekanisme pemilihan ketua umum, 150 berkeinginan tetap, dan 1 suara tidak sah," ujar M Nuh di hadapan peserta muktamar.

Dengan keputusan ini, mekanisme pemilihan Ketum PBNU akan mengacu pada skema AHWA. Namun, teknis pelaksanaannya masih akan dibahas lebih lanjut dalam sidang lanjutan.

Baca Juga: Buka Muktamar ke-35 NU! Prabowo Sebut Pemerintah Tak Bisa Sendiri, Butuh NU dan Muhammadiyah

"Besok dengan hasil ini kita akan melanjutkan pembahasan lebih teknis lagi tentang mekanisme pemilihan ketua umum. Insyaallah besok pagi bisa kita rampungkan," tambahnya.

Berdasarkan rancangan Opsi B yang disepakati, masing-masing Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dapat mengusulkan maksimal lima nama calon ketua umum.

Baca Juga: Prabowo Singgung Mandataris Rakyat, Sebut Peran Muhammadiyah & NU di Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama

Seluruh usulan akan ditabulasi untuk menentukan lima kandidat dengan perolehan suara terbanyak.

Lima nama tersebut kemudian diajukan kepada Rais Aam terpilih untuk mendapatkan restu. Calon juga wajib menyatakan kesediaannya mengikuti proses pemilihan.

Baca Juga: Jleb! Ma'ruf Amin Ingatkan Muktamar NU Harus Jauh dari Politik Uang

"Dari lima yang terbesar atau terbanyak tadi itu, disampaikan kepada Rais Aam terpilih untuk mendapatkan restu, dan dia harus janji, seperti pakta integritas seperti itu," jelas M Nuh.

Lima kandidat yang telah mendapat restu Rais Aam selanjutnya akan diproses melalui mekanisme AHWA untuk menentukan satu nama yang akan memimpin PBNU periode berikutnya.

Baca Juga: Menjelang Muktamar ke-35 NU, PBNU Buka Layanan Pembuatan Surat Usulan AHWA di Registrasi

Meski mekanisme pemilihan ketua umum telah disepakati, tahapan tersebut belum dapat dimulai sebelum Rais Aam ditetapkan.

Panitia akan terlebih dahulu melakukan tabulasi usulan AHWA yang telah dihimpun.

"Begitu selesai, kita awali dulu dengan tabulasi AHWA. Dari tabulasi AHWA itu nanti segera AHWA akan bersidang atau bermusyawarah untuk menetapkan siapa Rais Aam-nya," katanya.

Baca Juga: Lirboyo Kediri Jadi Titik Kumpul Kiai Sepuh Jelang Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Setelah Rais Aam terpilih, barulah tahapan pemilihan Ketua Umum PBNU dilanjutkan menggunakan mekanisme yang telah disepakati.

"Pertama Rais Aam dulu, baru setelah Rais Aam dilanjutkan untuk Ketua PBNU," ujar M Nuh.

Baca Juga: Hadir Muktamar, PKB Nganjuk Sampaikan Selamat Terpilihnya Gus Muhaimin

Panitia berharap seluruh rangkaian penentuan Rais Aam hingga Ketua Umum PBNU dapat dirampungkan pada Minggu (30/8).

Editor : rekian
Nahdlatul ulama Muktamar Nu rais aam ahwa pbnu